Mengenal Rukun Haji dan Umrah Beserta Keutamaannya
Rabu, 15 Mei 2024 - 14:30 WIB
1. Ihram
Berihram adalah niat memulai aktivitas ibadah haji atau umrah pada waktu dan tempat serta cara tertentu. Suci dari hadas menandai dimulainya ritual haji untuk setiap jamaah. Ihram dimulai dengan membaca niat dan mengenakan pakaian serba putih. Untuk laki-laki mengenakan dua kain putih yang satunya dililitkan di pinggang sampai ke bawah lutut dan yang satunya disampirkan di bahu kiri. Untuk perempuan menggunakan pakaian biasa yang menutup aurat, namun wajah dan tangan tidak boleh tertutup.2. Wukuf di Arafah
Waktu wukuf dimulai saat tergelincirnya matahari (masuknya waktu dzuhur) tanggal 9 Dzulhijjah hingga terbitnya fajar hari berikutnya. Wukuf adalah ritual untuk berdiam diri. Tidak hanya berdiam dan tidak memikirkan apapun. Namun ketika masa wukuf hendaknya melazimkan zikir dan berdoa di Padang Arafah dari matahari terbenam sampai matahari terbit.3. Tawaf Ifadhah
Thawaf ifadhah yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran. Ketika tiba di Masjidil haram, jamaah harus melakukan tawaf dan dianjurkan mencium dan menyentuh Hajar Aswad yang terletak di sudut Kakbah dekat Multazam.4. Sa'i
Aktivitas Sa’i adalah berlari-lari kecil di antara bukut Shafa dan bukit Marwah.5. Tahallul
Yaitukegiatan mencukur rambut atau memotong rambut kepala minimal tiga helai.6. Tertib
Yaitu mengerjakan semua rukun-rukun haji secara urut mulai dari thawaf hingga tahallul.Adapun wajib Haji ada lima yaitu berihram di miqat, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, melontar jumrah, dan thawaf wada'. Berikut penjelasannya:
1. Berihram di Miqat
Jamaah haji memulai niatnya dari titik awal tempat yang berniat melaksanakan haji/umrah sudah harus memakai pakaian ihram. Yalamlam adalah tempat berihram calon jamaah haji yang datang dari arah Indonesia bila ia langsung akan menuju ke Makkah. Sedangkan Bir Ali adalah tempat berihram calon jamaah haji yang datang dari arah Indonesia menuju ke Madinah terlebih dahulu.2. Mabit di Muzdalifah
Mabit di Muzdalifah adalah menginap semalam di Muzdalifah pada malam tanggal 9 Dzulhijjah. Waktunya dikerjakan setelah wukuf di Arafah.3. Mabit di Mina
Mabit di Mina adalah bermalam selama 3-4 hari di suatu hamparan padang pasir yang panjangnya sekitar 3,5 km. Waktunya adalah malam tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Bermalam di Mina dilakukan semalam penuh yang boleh dilakukan mulai sore hari sampai terbitnya fajar, dan juga boleh bermalam paling sedikit 2/3 malam.4. Melontar Jumrah
Melontar jumrah adalah melempar batu kecil pada sebuah tempat untuk memperingati persitiwa setan menggoda Nabi Ibrahim agar tidak melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail. Tanggal 10 Dzulhijjah melontar jumrah aqabah dengan tujuh butir kerikil. Dan pada hari-hari Tasyrik, yaitu 11, 12, dan 13 Dzulhijjah melontar ketiga jumrah.5. Thawaf Wada'
Thawaf wada' adalah suatu penghormatan terakhir kepada Baitullah. Thawaf wada’ merupakan aktivitas terakhir dalam pelaksanaan ibadah haji dan ibadah umrah di Tanah Suci.Keutamaan Ibadah Haji
1. Amalan Paling Utama (Afdhol)
Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Hurairah, ia berkata:سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ
Lihat Juga :