Jadilah Perempuan Perindu Surga
Rabu, 19 Agustus 2020 - 20:05 WIB
Karakter yang berkaitan dengan Rabb-nya, tergambarkan dalam firman Allah Ta’ala,
قَانِتَاتٌ
”..Yang taat kepada Allah”
Perempuan yang “qaanit” adalah perempuan yang konsisten dan istiqamah dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala, menjaga ibadah kepada Allah Ta’ala, menjaga kewajiban-kewajiban yang harus dia tunaikan sebagai seorang muslimah, dan tidak melalaikan perkara syariat yang menjadi kewajibannya. Semua makna tersebut tercakup dalam sifat “qaanit”.
Karakter yang berhubungan dengan suaminya, tergambarkan dalam firman Allah Ta’ala,
حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ
“....memelihara diri ketika suaminya tidak ada”
Yaitu, menjaga hak-hak suami. Dengan kata lain, perempuan perindu surga akan senantiasa berusaha melaksanakan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang istri dengan sebaik-baiknya. Baik ketika suaminya tidak ada di rumah, atau ketika sedang bersama dengan suaminya. Seorang istri akan menjaga harta suaminya, menjaga kehormatan dirinya, menjaga hak-hak suami yang itu menjadi kewajiban seorang istri.
Namun perlu diingat bahwa dua karakter tersebut akan didapatkan oleh para perempuan perindu surga semata-mata karena hidayah dan taufik dari Allah Ta’ala. Dengan kata lain, dua karakter tersebut tidaklah semata-mata didapatkan karena kemampuan, kecerdasan , dan kepandaian seorang wanita. Akan tetapi, semua itu hanyalah karena taufik, hidayah, pertolongan, dan kemudahan dari Allah Ta’ala.
Kesalehaan itu hanyalah karena hidayah dan pertolongan Allah Ta’ala yang telah memudahkan diri kita dalam mengerjakan berbagai macam amal ketaatan. (Baca juga : Haruskah Beresolusi di Tahun Baru Hijriyah? )
قَانِتَاتٌ
”..Yang taat kepada Allah”
Perempuan yang “qaanit” adalah perempuan yang konsisten dan istiqamah dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala, menjaga ibadah kepada Allah Ta’ala, menjaga kewajiban-kewajiban yang harus dia tunaikan sebagai seorang muslimah, dan tidak melalaikan perkara syariat yang menjadi kewajibannya. Semua makna tersebut tercakup dalam sifat “qaanit”.
Karakter yang berhubungan dengan suaminya, tergambarkan dalam firman Allah Ta’ala,
حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ
“....memelihara diri ketika suaminya tidak ada”
Yaitu, menjaga hak-hak suami. Dengan kata lain, perempuan perindu surga akan senantiasa berusaha melaksanakan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang istri dengan sebaik-baiknya. Baik ketika suaminya tidak ada di rumah, atau ketika sedang bersama dengan suaminya. Seorang istri akan menjaga harta suaminya, menjaga kehormatan dirinya, menjaga hak-hak suami yang itu menjadi kewajiban seorang istri.
Namun perlu diingat bahwa dua karakter tersebut akan didapatkan oleh para perempuan perindu surga semata-mata karena hidayah dan taufik dari Allah Ta’ala. Dengan kata lain, dua karakter tersebut tidaklah semata-mata didapatkan karena kemampuan, kecerdasan , dan kepandaian seorang wanita. Akan tetapi, semua itu hanyalah karena taufik, hidayah, pertolongan, dan kemudahan dari Allah Ta’ala.
Kesalehaan itu hanyalah karena hidayah dan pertolongan Allah Ta’ala yang telah memudahkan diri kita dalam mengerjakan berbagai macam amal ketaatan. (Baca juga : Haruskah Beresolusi di Tahun Baru Hijriyah? )
Lihat Juga :