Makam Badar, Memaknai Perjuangan Syuhada Perang Badar
Sabtu, 25 Mei 2024 - 16:23 WIB
Saat saya tiba, pemakaman ini cenderung sepi. Hanya ada dua sampai tiga orang yang datang sebelum kami. Di depan pintu makam yang terkunci, ada dua orang yang sepertinya warga lokal menyambut. Kami diberi mangkuk isi kismis dan kacang-kacangan.
“Halal, halal,” tuturnya. Kami pun mengambil sebagian isi mangkuk itu dan memakannya. Lumayan jadi “cemilan selamat datang”.
Sepinya makam Syuhada Badar ini sangat wajar. Mengingat, tempat ini bukanlah rute city tour yang dilalui jemaah haji maupun umrah. Tak seperti Uhud atau Baqi yang mudah dijangkau, atau bahkan bersebelahan dengan masjid nabi.
Di dalam pagar, banyak kuburan dengan nisan kecil yang tak dinamai. Saya sendiri tak bisa menghitungnya.
Dengan jumlah sebanyak itu, kami tak bisa memastikan di sebelah mana para Syuhada Badar dikuburkan. Saya menduga bahwa tempat pemakaman ini tak hanya diisi para syuhada Badar.
Bisa jadi kelompok Kafir Quraisy yang tewas juga turut dimakamkan di sini. Apalagi dengan sejarah panjang Saudi yang kurang tertarik untuk merawat makam, bisa jadi ada orang-orang baru yang turut dimakamkan di situ.
Panasnya udara Badar saat itu membuat saya dan beberapa teman Media Center Haji 2024 hanya berhenti sekitar 15-20 menit, dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jeddah.
Sembari menahan terik matahari, durasi waktu tersebut cukup bagi saya untuk berkeliling, mengambil foto-video, dan melakukan live media sosial.
Jika panas siang itu tak begitu menyengat, maka kami mungkin bisa berkeliling lebih jauh: ke Jabal Malaikah yang konon jadi tempat pasukan bala bantuan dari golongan Malaikat, hingga ke Masjid Areesh.
“Halal, halal,” tuturnya. Kami pun mengambil sebagian isi mangkuk itu dan memakannya. Lumayan jadi “cemilan selamat datang”.
Sepinya makam Syuhada Badar ini sangat wajar. Mengingat, tempat ini bukanlah rute city tour yang dilalui jemaah haji maupun umrah. Tak seperti Uhud atau Baqi yang mudah dijangkau, atau bahkan bersebelahan dengan masjid nabi.
Di dalam pagar, banyak kuburan dengan nisan kecil yang tak dinamai. Saya sendiri tak bisa menghitungnya.
Dengan jumlah sebanyak itu, kami tak bisa memastikan di sebelah mana para Syuhada Badar dikuburkan. Saya menduga bahwa tempat pemakaman ini tak hanya diisi para syuhada Badar.
Bisa jadi kelompok Kafir Quraisy yang tewas juga turut dimakamkan di sini. Apalagi dengan sejarah panjang Saudi yang kurang tertarik untuk merawat makam, bisa jadi ada orang-orang baru yang turut dimakamkan di situ.
Panasnya udara Badar saat itu membuat saya dan beberapa teman Media Center Haji 2024 hanya berhenti sekitar 15-20 menit, dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jeddah.
Sembari menahan terik matahari, durasi waktu tersebut cukup bagi saya untuk berkeliling, mengambil foto-video, dan melakukan live media sosial.
Jika panas siang itu tak begitu menyengat, maka kami mungkin bisa berkeliling lebih jauh: ke Jabal Malaikah yang konon jadi tempat pasukan bala bantuan dari golongan Malaikat, hingga ke Masjid Areesh.
(shf)
Lihat Juga :