Dear Jemaah, Ini Tips Jaga Kesehatan saat Puncak Haji
Rabu, 12 Juni 2024 - 13:45 WIB
Suhu Makkah yang diperkirakan mencapai 50 derajat celcius saat puncak haji. Foto: Andryanto Wisnuwidodo
Suhu Makkah yang diperkirakan mencapai 50 derajat celcius saat puncak haji harus menjadi perhatian para jemaah haji Indonesia . Karena puncak haji adalah di Arafah , Muzdalifah , dan Mina, jemaah haji perlu menjaga kesehatan tubuhnya.
Evan Gintang, dokter spesialis penyakit dalam yang juga petugas kesehatan haji di sektor 5, Makkah, berbagi tips menjaga kesehatan jelang puncak haji. Dari aspek pencegahan penyakit, ia menyarankan para jemaah menjaga gizi konsumsi.
"Jemaah agar mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan tidak memaksakan diri untuk beribadah berlebihan khususnya di Masjidil Haram," ujar Evan.
Baca juga: Suhu 48 Derajat Celsius di Tanah Suci akan Terjadi Mulai 14 Juni
Dia meminta jemaah untuk mengukur kemampuan tubuh.
Lebih lanjut ia menyampaikan, jangan sampai keinginan beribadah di Masjidilharam yang terlalu kuat membuat beban tubuh kurang istirahat. Hal tersebut mengingat cuaca di Makkah semakin panas hingga 45 derajat celcius dan padatnya Masjidilharam di musim haji.
Apalagi bagi lansia yang memiliki kerentanan, ia mengingatkan, jika mengalami gejala seperti tidak bisa tidur dan malas makan, supaya segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan haji setempat. Gejala yang muncul itu, imbuh Evan, merupakan warning atau peringatan bahwa lansia tersebut membutuhkan perhatian lebih," lanjut Evan.
Sebelum puncak haji, Evan meminta jemaah agar lebih peduli pada kesehatannya. "Jemaah yang punya penyakit, dikonsultasikan kesehatannya kepada petugas kesehatan, sehingga pada saat masuk Armuzna, jemaah haji dalam kondisi fit dan tidak mengalami penurunan fungsi tubuh karena sakitnya,” pesan Evan.
Baca juga: Palestina Tanah Para Nabi, Musa: Masuklah ke Tanah Suci
Evan Gintang, dokter spesialis penyakit dalam yang juga petugas kesehatan haji di sektor 5, Makkah, berbagi tips menjaga kesehatan jelang puncak haji. Dari aspek pencegahan penyakit, ia menyarankan para jemaah menjaga gizi konsumsi.
"Jemaah agar mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan tidak memaksakan diri untuk beribadah berlebihan khususnya di Masjidil Haram," ujar Evan.
Baca juga: Suhu 48 Derajat Celsius di Tanah Suci akan Terjadi Mulai 14 Juni
Dia meminta jemaah untuk mengukur kemampuan tubuh.
Lebih lanjut ia menyampaikan, jangan sampai keinginan beribadah di Masjidilharam yang terlalu kuat membuat beban tubuh kurang istirahat. Hal tersebut mengingat cuaca di Makkah semakin panas hingga 45 derajat celcius dan padatnya Masjidilharam di musim haji.
Apalagi bagi lansia yang memiliki kerentanan, ia mengingatkan, jika mengalami gejala seperti tidak bisa tidur dan malas makan, supaya segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan haji setempat. Gejala yang muncul itu, imbuh Evan, merupakan warning atau peringatan bahwa lansia tersebut membutuhkan perhatian lebih," lanjut Evan.
Sebelum puncak haji, Evan meminta jemaah agar lebih peduli pada kesehatannya. "Jemaah yang punya penyakit, dikonsultasikan kesehatannya kepada petugas kesehatan, sehingga pada saat masuk Armuzna, jemaah haji dalam kondisi fit dan tidak mengalami penurunan fungsi tubuh karena sakitnya,” pesan Evan.
Baca juga: Palestina Tanah Para Nabi, Musa: Masuklah ke Tanah Suci
Lihat Juga :