3 Alasan Mengapa harus Berkurban di Hari Raya Iduladha
Senin, 17 Juni 2024 - 09:41 WIB
Disyariatkannya ibadah kurban karena di dalamnya ada keutamaan ampunan, keutamaan pahala berbagi, bahkan sekedar menyaksikan prosesinya saja bagi yang tidak mampu menyembelih sendiri, juga merupakan keutamaan. Foto ilustrasi/ist
Mengapa harus berkurban di Hari Iduladha dan kenapa amalan ini begitu dianjurkan dalam Islam? Seperti diketahui, dalam Islam berkurban merupakan salah satu amalan istimewa di bulan Dzulhijjah di samping berhaji dan puasa sunnah.
Dikutip dari pendapat singkat Ustaz Hanif Luthfi, pengajar Rumah Fiqih Indonesia, dalam bukunya "Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah, dijelaskan bahwa, hakikat berkurban (Udhiyyah) ialah untuk meneladani dan menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim dan melatih kerelaan melepas sebagian "hak milik" kepada sebenar-benarnya pemilik.
Ibadah kurban disyariatkan untuk kita umat Nabi Muhammad Shallalahu aliahi wa sallam karena di dalamnya ada keutamaan ampunan, keutamaan pahala berbagi, bahkan sekedar menyaksikan prosesinya saja bagi yang tidak mampu menyembelih sendiri, juga merupakan keutamaan. Itulah ibadah Kurban yang merupakan amalan tercinta seorang hamba di sisi Allah Ta'ala pada hari raya.
Ada tiga alasan kenapa kita harus berkurban di Hari Raya Iduladha , di antaranya:
Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Hajj: 37).
Orang yang mengagungkan syiar Allah termasuk wujud ketakwaan dari dalam hati, sebagaimana ayat: "Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati". (Al Hajj ayat 32)
Dalam ayat lain: "Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (QS. Al-Hajj: ayat 28).
Dalam hadis, Rasulullah Shalllahu alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang memiliki kelapangan tapi tidak menyembelih kurban , janganlah mendekati tempat salat kami". (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim).
Dikutip dari pendapat singkat Ustaz Hanif Luthfi, pengajar Rumah Fiqih Indonesia, dalam bukunya "Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah, dijelaskan bahwa, hakikat berkurban (Udhiyyah) ialah untuk meneladani dan menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim dan melatih kerelaan melepas sebagian "hak milik" kepada sebenar-benarnya pemilik.
Ibadah kurban disyariatkan untuk kita umat Nabi Muhammad Shallalahu aliahi wa sallam karena di dalamnya ada keutamaan ampunan, keutamaan pahala berbagi, bahkan sekedar menyaksikan prosesinya saja bagi yang tidak mampu menyembelih sendiri, juga merupakan keutamaan. Itulah ibadah Kurban yang merupakan amalan tercinta seorang hamba di sisi Allah Ta'ala pada hari raya.
Ada tiga alasan kenapa kita harus berkurban di Hari Raya Iduladha , di antaranya:
1. Mengagungkan Syiar Allah 'Azza wa Jalla.
Ibadah kurban merupakan syiar Allah kepada manusia. Sebagaimana ayat Al-Qur'an : "Dan unta-unta itu Kami jadikan untuk-mu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makanlah orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (untaunta itu) untukmu, agar kamu bersyukur. (QS. Al-Hajj: 36)Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Hajj: 37).
Orang yang mengagungkan syiar Allah termasuk wujud ketakwaan dari dalam hati, sebagaimana ayat: "Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati". (Al Hajj ayat 32)
2. Memenuhi Perintah Allah Ta'ala dan Rasulullah SAW.
Dalam Surat Al-Kautsar disebutkan: "Maka salatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah hewan kurban ." (QS. Al-Kautsar: ayat 2).Dalam ayat lain: "Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (QS. Al-Hajj: ayat 28).
Dalam hadis, Rasulullah Shalllahu alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang memiliki kelapangan tapi tidak menyembelih kurban , janganlah mendekati tempat salat kami". (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim).
Lihat Juga :