Ketika Allah Taala Mewajibkan Diri-Nya Akan Menolong Orang Beriman
Jum'at, 21 Juni 2024 - 16:51 WIB
Penggalan ayat 47 surat Ar-Rum ini telah memberikan rasa optimisme bagi orang-orang yang beriman . Ilustrasi: SINDOnews
Penggalan ayat 47 surat Ar-Rum ini telah memberikan rasa optimisme bagi orang-orang yang beriman tentang perjuangan melawan kezaliman Israel . Allah SWT berfirman:
Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. (QS Ar-Rum: 47)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan menolong orang-orang mukmin merupakan suatu keharusan yang Dia wajibkan atas diri-Nya sendiri yang Mahamulia sebagai anugerah dan karunia dari-Nya. Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
Baca juga: Jihad Islam: Pertempuran Yerusalem Berikutnya akan Jadi Perang Regional
Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. ( QS Al-An'am : 54)
Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Abu Darda ra yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Tiada seorang muslim pun yang membela kehormatan saudaranya melainkan sudah menjadi kewajiban bagi Allah menghindarkannya dari api neraka kelak di hari kiamat." Kemudian Nabi SAW membaca firman-Nya: Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. (QS Ar-Rum: 47)
Syaikh Abdurrahman As-Sudais dalam salah satu khotbahnya pernah mengimbau agar kita berdoa agar Allâh Azza wa Jalla menerima para syuhada; dan agar segera memberi kesembuhan bagi mereka yang sakit dan terluka. Tak ada kata putus asa, karena kemenangan dari Allâh pasti akan tiba.
وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ
Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. (QS Ar-Rum: 47)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan menolong orang-orang mukmin merupakan suatu keharusan yang Dia wajibkan atas diri-Nya sendiri yang Mahamulia sebagai anugerah dan karunia dari-Nya. Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
Baca juga: Jihad Islam: Pertempuran Yerusalem Berikutnya akan Jadi Perang Regional
كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ
Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. ( QS Al-An'am : 54)
قَالَ (3) ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا ابْنُ نُفَيْلٍ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ أَعْيَنَ، عَنْ لَيْثٍ، عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَب، عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم يقول: "ما مِنَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَرُدُّ عَنْ عِرْضِ أَخِيهِ، إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يَرُدَّ عَنْهُ نَارَ جَهَنَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ". ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ: {وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ}
Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Abu Darda ra yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Tiada seorang muslim pun yang membela kehormatan saudaranya melainkan sudah menjadi kewajiban bagi Allah menghindarkannya dari api neraka kelak di hari kiamat." Kemudian Nabi SAW membaca firman-Nya: Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. (QS Ar-Rum: 47)
Syaikh Abdurrahman As-Sudais dalam salah satu khotbahnya pernah mengimbau agar kita berdoa agar Allâh Azza wa Jalla menerima para syuhada; dan agar segera memberi kesembuhan bagi mereka yang sakit dan terluka. Tak ada kata putus asa, karena kemenangan dari Allâh pasti akan tiba.
Lihat Juga :