Kisah Pembebasan Mesir: Dialog Amr bin Ash dengan Para Uskup Utusan Muqauqis

Senin, 24 Juni 2024 - 08:58 WIB
Ketika pertama kali Amr memasuki Bilbis, Muqauqis mengirim delegasi kepadanya untuk merundingkan agar ia menarik diri dari Mesir. Ilustrasi: Ist
Dialog Amr bin Ash dengan Para Uskup Utusan Muqauqis dikisahkan Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" dan diterjemahkan Ali Audah menjadi "Umar bin Khattab, Sebuah teladan mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu" (PT Pustaka Litera AntarNusa, 2000).

Dikisahkan, setelah sukses menaklukkan Farama, Amr bin Ash dan pasukannya menyusur ke selatan mengikuti perbatasan dan melewati kota Majdal lama ke letak Qantarah yang sekarang.

Dari sana ia menuju ke arah barat ke al-Qassasin, serta meneruskan perjalanannya ke selatan di bagian barat hingga mencapai Bilbis (Phelbes).

Dalam jalan panjang yang ditempuh pasukan berkuda Muslimin di bumi Mesir , "yang dipertahankan terhadap Amr hanya soal kecil" meminjam kata-kata Ibn Abdul-Hakam dan para sejarawan Arab lainnya yang mengikuti jejaknya.

Baca juga: Kisah Amr bin Ash Menaklukkan Barqah dan Tripoli Tanpa Perlawanan

Kalangan sejarawan berpendapat bahwa ketika ada seorang gembala dari pedalaman yang menjadi pendukung pasukan Muslimin mendekati sebuah perkampungan desa di jalan yang dilalui Amr. Ia mendengar ada seorang Kopti mengatakan: "Tidakkah kalian heran mereka yang datang menghadapi pasukan Romawi yang besar itu jumlahnya kecil sekali!" Yang lain menjawab: "Setiap mereka menghadapi lawan pasti mereka yang menang."

Perjalanan panjang ini dan percakapan yang dibawa orang-orang Mesir dari mulut ke mulut itu jelas menunjukkan bahwa Muqauqis dan kawan-kawannya tidak puas terhadap kekuasaan orang-orang Mesir, dan karenanya pilihan mereka ialah bertahan di kota dalam menghadapi kaum penyerang di tanah terbuka yang berhadapan dengan perbatasan dengan Sahara.

Pasukan Muslimin tidak menemui rintangan apa pun "kecuali soal kecil," sampai mereka mencapai Bilbis. Mereka menempuh jarak 33 mil dari kota dan benteng-benteng Mesir.

Kalangan sejarawan sependapat bahwa pasukan Muslimin tinggal di Bilbis selama satu bulan, dan dalam pada itu mereka terus memukul musuh hingga memperoleh kemenangan.

Tetapi mereka berbeda pendapat tentang: Pertempuran antara kedua pihak itu terjadi dengan sengit, ataukah pasukan Muslimin tidak menemui perlawanan berarti dari pihak Romawi sejak meninggalkan Farama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!