Biografi Imam Syafi'i, Imam Mazhab yang Nasabnya Tersambung dengan Rasulullah (2)
Minggu, 23 Agustus 2020 - 08:05 WIB
Imam Syadzili, salah satu tokoh yang memiliki thariqah dengan banyak pengikut saat akan wafat mengumpulkan muridnya dan khusus memberi pesan kepada Imam Abul Hasan Al-Mursyi. Beliau tahu bahwa Imam Abul Hasan Al-Mursyi yang akan menjadi penerusnya. Ternyata benar, lihatlah murid-muridnya Imam Abul Hasan Al-Mursyi seperti Imam Bushairi, pengarang Qasidah Burdah.
Imam Syafi'i ketika diuji dengan Kitab Muwatha', Imam Malik bin Anas kagum bahwa belum bertemu dengannya kitabnya sudah dihafal. Imam Malik bin Anas senang dan tidak berapa lama Khatam. Beliau menuntut ilmu bersama Imam Malik bin Anas sampai akhir hayat Imam Malik bin Anas.
Imam Malik bin Anas wafat saat Imam Asy-Syafi'i berusia 29 tahun. Imam Syafi'i di usia itu sudah menjadi Mufti di Kota Mekkah. Ketika gurunya wafat, Beliau pindah belajar lagi kepada guru lainnya hingga akhir hayatnya. (Baca Juga: Saat Imam Syafi'i Berguru ke Imam Malik di Madinah )
Dua tahun kemudian, beliau pergi ke Irak untuk berguru kepada murid-murid Imam Abu Hanifah. Beliau kembali ke Makkah membuat kajian. Beliau membuat Kitab Ar-Risalah sebagai kitab pertama rujukan Ushul Fiqih. Itulah kelebihan dari Imam Syafi'i . Dari Kitab itu dijelaskan makna dan tafsir Al-Qur'an dan penjelasan ulama serta hadits Nabi Muhammad SAW .
Beliau melakukan rihlah 3 kali ke Iraq dan 2 kali ke Mesir. Beliau mempunya firasat wafat di Mesir dan akhirnya benar wafat di Mesir. Imam An-Nawawi ketika ziarah ke makam Imam Syafi'i tidak berani masuk ke dalam karena segan. Imam An-Nawawi berkata: "Ketika Imam Syafi'i hidup, saya sangat menghormatinya, apalagi ketika beliau sudah wafat."
Imam An-Nawawi sebelum wafat mengembalikan kitab-kitab yang beliau pinjam dan kembali ke Desa Nawa tempat beliau wafat. Di makam Imam Nawawi tumbuh sebuah pohon besar. Bayangkan kenapa Kitab Hadis Arba'in An-Nawawi, Kitab Al-Adzkar, dan kitab lainnya menjadi populer di seluruh dunia karena keikhlasan beliau.
Imam Syafi'i menetap di Mesir dari Tahun 199 Hijriyah sampai tahun wafat Beliau 204 Hijriyah. Imam Syafi'i banyak merubah Fatwa beliau karena banyak belajar dari para Ulama. Imam Syafi'i mempunyai dua dasar berbeda untuk Mazhab Syafi'i. Yang pertama namanya Qaulun Qadim dan Qaulun Jadid. Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan, guru Imam Syafi'i sebanyak 79 Ulama.
"Seorang imam di satu masjid bertemu saya, lalu saya tanya kamu belajar tajwid di mana? Jawabnya saya belajar di Youtube. Hah Youtube? Memang kalau kamu salah itu Youtube bisa membenarkan?" cerita Syeikh Ahmad.
Syeikh Ahmad bercerita, ketika kuliah di Universitas Al-Azhar beliau belajar Surah Al-Fatihah sampai 7 kali. Bahkan pernah ditampar 2 kali oleh gurunya. Begitulah perjuangan menuntut ilmu.
Imam Syafi'i dikatakan memiliki 4.000 Syeikh. Imam Syafi'i dikatakan memiliki 164 murid oleh Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا»
"Sesungguhnya Allah mengutus untuk ummat ini, pada setiap akhir 100 tahun, orang yang memperbarui untuk ummat agama mereka." (HR. Abu Dawud No. 4291)
Imam Ahmad bin Hanbal berkata: "Kami berpendapat pada 100 tahun yang pertama Allah mentakdirkan Umar bin Abdul Aziz. Dan pada 100 tahun berikutnya Allah mentakdirkan Imam Syafi'i ."
Imam Syafi'i ketika diuji dengan Kitab Muwatha', Imam Malik bin Anas kagum bahwa belum bertemu dengannya kitabnya sudah dihafal. Imam Malik bin Anas senang dan tidak berapa lama Khatam. Beliau menuntut ilmu bersama Imam Malik bin Anas sampai akhir hayat Imam Malik bin Anas.
Imam Malik bin Anas wafat saat Imam Asy-Syafi'i berusia 29 tahun. Imam Syafi'i di usia itu sudah menjadi Mufti di Kota Mekkah. Ketika gurunya wafat, Beliau pindah belajar lagi kepada guru lainnya hingga akhir hayatnya. (Baca Juga: Saat Imam Syafi'i Berguru ke Imam Malik di Madinah )
Dua tahun kemudian, beliau pergi ke Irak untuk berguru kepada murid-murid Imam Abu Hanifah. Beliau kembali ke Makkah membuat kajian. Beliau membuat Kitab Ar-Risalah sebagai kitab pertama rujukan Ushul Fiqih. Itulah kelebihan dari Imam Syafi'i . Dari Kitab itu dijelaskan makna dan tafsir Al-Qur'an dan penjelasan ulama serta hadits Nabi Muhammad SAW .
Beliau melakukan rihlah 3 kali ke Iraq dan 2 kali ke Mesir. Beliau mempunya firasat wafat di Mesir dan akhirnya benar wafat di Mesir. Imam An-Nawawi ketika ziarah ke makam Imam Syafi'i tidak berani masuk ke dalam karena segan. Imam An-Nawawi berkata: "Ketika Imam Syafi'i hidup, saya sangat menghormatinya, apalagi ketika beliau sudah wafat."
Imam An-Nawawi sebelum wafat mengembalikan kitab-kitab yang beliau pinjam dan kembali ke Desa Nawa tempat beliau wafat. Di makam Imam Nawawi tumbuh sebuah pohon besar. Bayangkan kenapa Kitab Hadis Arba'in An-Nawawi, Kitab Al-Adzkar, dan kitab lainnya menjadi populer di seluruh dunia karena keikhlasan beliau.
Imam Syafi'i menetap di Mesir dari Tahun 199 Hijriyah sampai tahun wafat Beliau 204 Hijriyah. Imam Syafi'i banyak merubah Fatwa beliau karena banyak belajar dari para Ulama. Imam Syafi'i mempunyai dua dasar berbeda untuk Mazhab Syafi'i. Yang pertama namanya Qaulun Qadim dan Qaulun Jadid. Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan, guru Imam Syafi'i sebanyak 79 Ulama.
"Seorang imam di satu masjid bertemu saya, lalu saya tanya kamu belajar tajwid di mana? Jawabnya saya belajar di Youtube. Hah Youtube? Memang kalau kamu salah itu Youtube bisa membenarkan?" cerita Syeikh Ahmad.
Syeikh Ahmad bercerita, ketika kuliah di Universitas Al-Azhar beliau belajar Surah Al-Fatihah sampai 7 kali. Bahkan pernah ditampar 2 kali oleh gurunya. Begitulah perjuangan menuntut ilmu.
Imam Syafi'i dikatakan memiliki 4.000 Syeikh. Imam Syafi'i dikatakan memiliki 164 murid oleh Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا»
"Sesungguhnya Allah mengutus untuk ummat ini, pada setiap akhir 100 tahun, orang yang memperbarui untuk ummat agama mereka." (HR. Abu Dawud No. 4291)
Imam Ahmad bin Hanbal berkata: "Kami berpendapat pada 100 tahun yang pertama Allah mentakdirkan Umar bin Abdul Aziz. Dan pada 100 tahun berikutnya Allah mentakdirkan Imam Syafi'i ."
Lihat Juga :