Syam dan Mesir Ditaklukkan Umat Islam: Heraklius Meninggal Bizantium Kacau
Kamis, 11 Juli 2024 - 14:43 WIB
Cyrus ini masih dengan pendapatnya yang dulu pernah disampaikannya kepada Heraklius. Tetapi dia pura-pura puas dengan alasan-alasan mereka yang berpendapat agar Romawi tidak mengadakan perdamaian dengan pihak Arab. Konstantin berjanji akan mengirimkan bala bantuan besar-besaran ke Mesir.
Ia mengeluarkan perintah agar menyiapkan armada kapal yang akan membawa bala bantuan itu. Permaisuri Ratu Martina memperlihatkan semangatnya atas semua itu, yang membuat rakyat makin bersemangat dan gembira. Tetapi tiba-tiba bangsa ini dikejutkan oleh sakit dan meninggalnya Konstantin setelah seratus hari dari kematian ayahnya.
Orang segera menuduh Martina yang telah merencanakan kematiannya itu. Kalangan istana dan para pembesar pun berusaha menyebarkan tuduhan itu. Ketika itu Konstans (Constans II Pogonatus), anak Konstantin, termasuk orang yang ikut menyiarkan tuduhan itu. Hal ini menimbulkan gejolak orang terhadap Martina, serta dihentikannya bala bantuan ke Mesir itu.
Usaha Martina hendak membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya itu dan usahanya untuk menjadikan takhta hanya untuk anaknya Herakleonas sia-sia saja. Justru usaha ini telah dijadikan alasan untuk memperkuat tuduhan itu. Seperti halnya dengan rakyat, tentara juga bergolak. Pergolakan ini berlangsung selama berbulan bulan. Gejolak itu baru kemudian berhenti setelah pengangkatan Konstans anak Konstantin duduk bersama-sama dengan Herakleonas mengemudikan kerajaan.
Baca juga: Kisah Kaisar Heraklius Mengakui Kebenaran Nabi Muhammad, Ini Pesannya
Cyrus Kembali ke Mesir
Melihat bahwa pemberontakan sudah hampir berakhir, dan bahwa Konstans akan mewarisi takhta ayahnya, Cyrus cepat-cepat berangkat ke Mesir dengan kesepakatan Martina dan anaknya.
Ikut bersama dia sejumlah besar pendeta dan angkatan bersenjata yang dipersiapkan untuk memberikan bala bantuan kepada pasukan Romawi yang sedang mempertahankan Mesir itu.
Barangkali timbul perasaan dalam hati Ratu itu bahwa angkatan bersenjata ini akan merupakan kekuatan baginya di negeri Firaun itu, dan dia dan anaknya akan dapat berlindung jika kemudian terjadi intrik-intrik dari lawan-lawannya di Bizantium dan sekali lagi rakyat memberontak kepadanya.
Dalam bulan September 641 Masehi, armada yang membawa Cyrus dan rombongannya itu tiba di ibu kota Mesir. Jenderal Romawi tua itu disambut sebagai pahlawan yang datang dari pihak Kaisar untuk menyelamatkan kota mereka, menyelamatkan agama dan kerajaan mereka.
Adakah Cyrus sudah mempunyai suatu maksud terencana dan politik pribadi yang dibawanya ke Mesir?
Baca juga: Kisah Umar bin Khattab Menulis Surat Ancaman kepada Heraklius
Sejarawan Rupert Butler berpendapat bahwa maksudnya memang kuat sekali hendak mengadakan perdamaian dengan pihak Arab, dan bahwa dia "tak dapat diragukan lagi akan mengajak Kaisar - yang kurang pengalaman dan tak punya pendapat itu - untuk tunduk dan menyerah kepada pihak Arab.
Ia mengeluarkan perintah agar menyiapkan armada kapal yang akan membawa bala bantuan itu. Permaisuri Ratu Martina memperlihatkan semangatnya atas semua itu, yang membuat rakyat makin bersemangat dan gembira. Tetapi tiba-tiba bangsa ini dikejutkan oleh sakit dan meninggalnya Konstantin setelah seratus hari dari kematian ayahnya.
Orang segera menuduh Martina yang telah merencanakan kematiannya itu. Kalangan istana dan para pembesar pun berusaha menyebarkan tuduhan itu. Ketika itu Konstans (Constans II Pogonatus), anak Konstantin, termasuk orang yang ikut menyiarkan tuduhan itu. Hal ini menimbulkan gejolak orang terhadap Martina, serta dihentikannya bala bantuan ke Mesir itu.
Usaha Martina hendak membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya itu dan usahanya untuk menjadikan takhta hanya untuk anaknya Herakleonas sia-sia saja. Justru usaha ini telah dijadikan alasan untuk memperkuat tuduhan itu. Seperti halnya dengan rakyat, tentara juga bergolak. Pergolakan ini berlangsung selama berbulan bulan. Gejolak itu baru kemudian berhenti setelah pengangkatan Konstans anak Konstantin duduk bersama-sama dengan Herakleonas mengemudikan kerajaan.
Baca juga: Kisah Kaisar Heraklius Mengakui Kebenaran Nabi Muhammad, Ini Pesannya
Cyrus Kembali ke Mesir
Melihat bahwa pemberontakan sudah hampir berakhir, dan bahwa Konstans akan mewarisi takhta ayahnya, Cyrus cepat-cepat berangkat ke Mesir dengan kesepakatan Martina dan anaknya.
Ikut bersama dia sejumlah besar pendeta dan angkatan bersenjata yang dipersiapkan untuk memberikan bala bantuan kepada pasukan Romawi yang sedang mempertahankan Mesir itu.
Barangkali timbul perasaan dalam hati Ratu itu bahwa angkatan bersenjata ini akan merupakan kekuatan baginya di negeri Firaun itu, dan dia dan anaknya akan dapat berlindung jika kemudian terjadi intrik-intrik dari lawan-lawannya di Bizantium dan sekali lagi rakyat memberontak kepadanya.
Dalam bulan September 641 Masehi, armada yang membawa Cyrus dan rombongannya itu tiba di ibu kota Mesir. Jenderal Romawi tua itu disambut sebagai pahlawan yang datang dari pihak Kaisar untuk menyelamatkan kota mereka, menyelamatkan agama dan kerajaan mereka.
Adakah Cyrus sudah mempunyai suatu maksud terencana dan politik pribadi yang dibawanya ke Mesir?
Baca juga: Kisah Umar bin Khattab Menulis Surat Ancaman kepada Heraklius
Sejarawan Rupert Butler berpendapat bahwa maksudnya memang kuat sekali hendak mengadakan perdamaian dengan pihak Arab, dan bahwa dia "tak dapat diragukan lagi akan mengajak Kaisar - yang kurang pengalaman dan tak punya pendapat itu - untuk tunduk dan menyerah kepada pihak Arab.
Lihat Juga :