Syukur dengan Perbuatan: Begini Perintah Allah kepada Nabi Daud

Minggu, 04 Agustus 2024 - 09:15 WIB
Prof Quraish Shihab. Foto/Ilustrasi: Ist
Ada tiga sisi dari syukur, yaitu dengan hati, lidah, dan anggota tubuh lainnya. Ini kali kita bahas yang ketiga: syukur dengan perbuatan.

Prof Dr Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat" (Mizan, 2007) mencontohkan Nabi Daud as beserta putranya Nabi Sulaiman as memperoleh aneka nikmat yang tiada taranya. Kepada mereka sekeluarga Allah berpesan,

"Bekerjalah wahai keluarga Daud sebagai tanda syukur!" ( QS Saba [34] : 13).

Menurut Quraish, yang dimaksud dengan bekerja adalah menggunakan nikmat yang diperoleh itu sesuai dengan tujuan penciptaan atau penganugerahannya.

Baca juga: Sujud Syukur, Sunnah yang Sering Terlupakan

Ini berarti, setiap nikmat yang diperoleh menuntut penerimanya agar merenungkan tujuan dianugerahkannya nikmat tersebut oleh Allah. Ambillah sebagai contoh lautan yang diciptakan oleh Allah SWT.

Ditemukan dalam Al-Quran penjelasan tentang tujuan penciptaannya melalui firman-Nya:

"Dialah (Allah) yang menundukkan 1autan (untuk kamu) agar kamu dapat memakan darinya daging (ikan) yang segar, dan (agar) kamu mengeluarkan dan lautan itu perhiasan yang kamu pakai, dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari karunia-Nya (selain yang telah disebut) semoga kamu bersyukur." ( QS An-Nahl [16] : 14).

Ayat ini menjelaskan tujuan penciptaan laut, sehingga mensyukuri nikmat laut, menuntut dari yang bersyukur untuk mencari ikan-ikannya, mutiara dan hiasan yang lain, serta menuntut pula untuk menciptakan kapal-kapal yang dapat mengarunginya, bahkan aneka pemanfaatan yang dicakup oleh kalimat "mencari karunia-~Nya".

"Dalam konteks inilah terutama realisasi dan janji Allah, "Apabila kamu bersyukur maka pasti akan Kutambah (nikmat-Ku)." ( QS Ibrahim [14] : 7)

Baca juga: Syukur dengan Lidah: Begini Makna Alhamdulillah

Betapa anugerah Tuhan tidak akan bertambah, kalau setiap jengkal tanah yang terhampar di bumi, setiap hembusan angin yang bertiup di udara, setiap tetes hujan yang tercurah dan langit dipelihara dan dimanfaatkan oleh manusia?

Di sisi lain, lanjutan ayat di atas menjelaskan bahwa "Kalau kamu kufur (tidak mensyukuri nikmat atau menutupinya tidak menampakkan nikmatnya yang masih terpendam di perut bumi, di dasar laut atau di angkasa), maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!