Lebih Utama Mana, Niat Atau Amal? Simak Penjelasan Ustaz Saeful Huda

Selasa, 25 Agustus 2020 - 22:06 WIB
2. Seseorang yang berazam tetapi tidak berbuat meski ia memiliki kemampuan untuk itu.

3. Seseorang yang berazam untuk melakukan sesuatu yang ia sendiri tidak mampu melakukannya.

Dari kutipan di atas dapat diuraikan hal-hal sebagai berikut:

Pertama, orang yang berniat melakukan suatu amal kebaikan lalu mengerjakannya, maka kepada orang tersebut diberikan pahala mulai dari 10 kebaikan, 700 kebaikan, hingga berlipat-lipat. Hal ini sebagaimana dijelaskan Sayyid Abdullah Al-Haddad , dengan mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim sebagaimana penggalan berikut:

وان هم بها فعملها كتبها الله عز و جل عنده عشر حسنات إلى سبع مائة ضعف إلى أضعاف كثيرة

Artinya:

"Dan apabila seseorang berniat melakukan sesuatu kebaikan lalu mengamalkannya, Allah 'azza wa jalla akan mencatat pahalnya di sisi-Nya sebagai perbuatan 100 kebaikan sampai 700, bahkan berlipat-lipat ganda banyaknya."

Kedua, seseorang yang berniat melakukan suatu amal kebaikan dan mampu melakukannya tetapi tidak jadi melakukannya, maka kepada orang tersebut diberikan pahala 1 kebaikan saja. Hal ini, sebagaimana dijelaskan Sayyid Abdullah Al-Haddad , dengan mengutip hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim sebagaimana penggalan berikut:

فمن هم بحسنة فلم يعملها كتبها الله عنده حسنة كاملة.

Artinya: "Maka apabila seseorang berniat melakukan sesuatu kebaikan lalu tidak jadi melaksanakannya, Allah akan mencatat pahalanya di sisi-Nya satu kebaikan sempurna."

Ketiga, seseorang yang berniat melakukan suatu amal kebaikan tetapi ternyata tidak mampu melakukannya, kepada orang tersebut diberikan pahala sebagaimana orang yang mampu melakukannnya. Hal ini sebagaimana penjelasan Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad sebagai berikut:

فله نية ما للعامل وعليه ما عليه
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!