Muhammad Nabi dan Rasul Penutup: Al-Qur'an adalah Kulminasi Semua Kitab Suci
Selasa, 17 September 2024 - 13:04 WIB
Baca juga: Nabi Muhammad SAW Penutup Para Nabi dan Rasul Lewat Pembatalan Praktik Tabanni
Dan ajaran inti ini telah disampaikan Nabi kepada umat manusia tanpa perbedaan. Dengan kata-kata lain, ajaran adalah universal.
Muhammad Asad menjelaskan segi-segi yang mendukung universalitas al-Qur'an, yaitu:
Pertama, seruan al-Qur'an tertuju kepada seluruh ummat manusia, tanpa memperdulikan keturunan, ras dan lingkungan budayanya.
Kedua, fakta bahwa al-Qur'an menyeru semata-mata kepada amal manusia dan karenanya, tidak merumuskan dengan yang bisa diterima atas dasar kepercayaan buta semata; dan akhirnya, fakta bahwa -berbeda dari semua kitab suci yang diketahui dalam sejarah- al-Qur'an tetap seluruhnya tak berubah dalam kata-katanya sejak ia diturunkan dalam belasan abad yang lalu dan akan selamanya demikian keadaannya, karena ia diantara sedemikian luas, sesuai dengan janji Illahi. "Dan Kami-(Tuhan)-lah yang pasti menjaganya" ( QS al-Hijr/15 :9).
Berdasarkan tiga daftar isi muka al-Qur'an merupakan tahap akhir wahyu Tuhan, dan Nabi Muhammad adalah penutup segala Nabi.
Baca juga: Nabi Muhammad Memberi Pengesahan Kitab Suci dan Ajaran Nabi-Nabi Sebelumnya
Terbuka bagi Setiap Orang
Implikasi bahwa al-Qur'an menyeru kepada akal, dan karenanya tidak ada dogma yang harus diterima tanpa sikap kritis, ialah bahwa al-Qur'an terbuka bagi setiap orang yang akan mencoba untuk menangkap pesan-pesan Ilahi di dalamnya.
Keterbukaannya bagi setiap orang itu benar-benar sejalan dengan tekanan atas adanya tanggung jawab pribadi setiap
Dan ajaran inti ini telah disampaikan Nabi kepada umat manusia tanpa perbedaan. Dengan kata-kata lain, ajaran adalah universal.
Muhammad Asad menjelaskan segi-segi yang mendukung universalitas al-Qur'an, yaitu:
Pertama, seruan al-Qur'an tertuju kepada seluruh ummat manusia, tanpa memperdulikan keturunan, ras dan lingkungan budayanya.
Kedua, fakta bahwa al-Qur'an menyeru semata-mata kepada amal manusia dan karenanya, tidak merumuskan dengan yang bisa diterima atas dasar kepercayaan buta semata; dan akhirnya, fakta bahwa -berbeda dari semua kitab suci yang diketahui dalam sejarah- al-Qur'an tetap seluruhnya tak berubah dalam kata-katanya sejak ia diturunkan dalam belasan abad yang lalu dan akan selamanya demikian keadaannya, karena ia diantara sedemikian luas, sesuai dengan janji Illahi. "Dan Kami-(Tuhan)-lah yang pasti menjaganya" ( QS al-Hijr/15 :9).
Berdasarkan tiga daftar isi muka al-Qur'an merupakan tahap akhir wahyu Tuhan, dan Nabi Muhammad adalah penutup segala Nabi.
Baca juga: Nabi Muhammad Memberi Pengesahan Kitab Suci dan Ajaran Nabi-Nabi Sebelumnya
Terbuka bagi Setiap Orang
Implikasi bahwa al-Qur'an menyeru kepada akal, dan karenanya tidak ada dogma yang harus diterima tanpa sikap kritis, ialah bahwa al-Qur'an terbuka bagi setiap orang yang akan mencoba untuk menangkap pesan-pesan Ilahi di dalamnya.
Keterbukaannya bagi setiap orang itu benar-benar sejalan dengan tekanan atas adanya tanggung jawab pribadi setiap
Lihat Juga :