Ilmu Kalam, Peranan Kaum Khawarij dan Mu'tazilah: Kisah Para Pembunuh Utsman
Sabtu, 21 September 2024 - 07:50 WIB
Tapi kaum Khawarij, melalui seseorang bernama Ibn Muljam, berhasil membunuh hanya 'Ali, sedangkan Mu'awiyah hanya mengalami luka-luka, dan 'Amr ibn al-'Ash selamat sepenuhnya (tapi mereka membunuh seseorang bernama Kharijah yang disangka 'Amr, karena wajahnya mirip).
Karena sikap-sikap mereka yang sangat ekstrem dan eksklusifistik, kaum Khawarij akhirnya boleh dikatakan binasa.
Mu'tazilah
Dalam perjalanan sejarah pemikiran Islam, pengaruh Khawarij tetap saja menjadi pokok problematika pemikiran Islam. "Yang paling banyak mewarisi tradisi pemikiran Khawarij ialah kaum Mu'tazilah," jelas Nurcholish Madjid dalam buku berjudul "Islam Doktrin dan Peradaban" (Paramadina, 1992).
Menurutnya, mereka inilah sebenarnya kelompok Islam yang paling banyak mengembangkan Ilmu Kalam seperti yang kita kenal sekarang. Berkenaan dengan Ibn Taimiyyah mempunyai kutipan yang menarik dari keterangan salah seorang 'ulama' yang disebutnya Imam 'Abdull'ah ibn al-Mubarak. Menurut Ibn Taimiyyah, sarjana itu menyatakan demikian:
Baca juga: Kisah Perlawanan Sengit Kaum Khawarij Terhadap Khalifah Ali bin Abu Thalib
"Agama adalah kepunyaan ahli (pengikut) Hadis, kebohongan kepunyaan kaum Rafidlah, (ilmu) Kalam kepunyaan kaum Mu'tazilah, tipu daya kepunyaan (pengikut) Ra'y (temuan rasional)..."
Karena itu ditegaskan oleh Ibn Taimiyyah bahwa Ilmu Kalam adalah keahlian khusus kaum Mu'tazilah. Maka salah satu ciri pemikiran Mu'tazili ialah rasionalitas dan paham Qadariyyah.
Karena sikap-sikap mereka yang sangat ekstrem dan eksklusifistik, kaum Khawarij akhirnya boleh dikatakan binasa.
Mu'tazilah
Dalam perjalanan sejarah pemikiran Islam, pengaruh Khawarij tetap saja menjadi pokok problematika pemikiran Islam. "Yang paling banyak mewarisi tradisi pemikiran Khawarij ialah kaum Mu'tazilah," jelas Nurcholish Madjid dalam buku berjudul "Islam Doktrin dan Peradaban" (Paramadina, 1992).
Menurutnya, mereka inilah sebenarnya kelompok Islam yang paling banyak mengembangkan Ilmu Kalam seperti yang kita kenal sekarang. Berkenaan dengan Ibn Taimiyyah mempunyai kutipan yang menarik dari keterangan salah seorang 'ulama' yang disebutnya Imam 'Abdull'ah ibn al-Mubarak. Menurut Ibn Taimiyyah, sarjana itu menyatakan demikian:
Baca juga: Kisah Perlawanan Sengit Kaum Khawarij Terhadap Khalifah Ali bin Abu Thalib
"Agama adalah kepunyaan ahli (pengikut) Hadis, kebohongan kepunyaan kaum Rafidlah, (ilmu) Kalam kepunyaan kaum Mu'tazilah, tipu daya kepunyaan (pengikut) Ra'y (temuan rasional)..."
Karena itu ditegaskan oleh Ibn Taimiyyah bahwa Ilmu Kalam adalah keahlian khusus kaum Mu'tazilah. Maka salah satu ciri pemikiran Mu'tazili ialah rasionalitas dan paham Qadariyyah.
(mhy)
Lihat Juga :