Jejak Radio dan Pager yang Meledak: Melibatkan Hongaria, Bulgaria, Taiwan dan Jepang

Sabtu, 21 September 2024 - 16:23 WIB
Tanda dengan logo produsen walkie-talkie Jepang Icom dipajang di sebuah toko di distrik listrik Akihabara, Tokyo, pada 19 September 2024. Foto/Ilustrasi: MEE
Sejumlah perusahaan di beberapa negara diduga berhubungan dengan operasi Israel yang meledakkan perangkat komunikasi di Lebanon .

Israel menyerang Lebanon dengan dua serangan luar biasa dalam pekan ini: meledakkan pager dan radio yang dipasangi bom milik Hizbullah .

Pada Selasa sore, ribuan pager meledak di seluruh negeri, menewaskan sedikitnya 14 orang.

Pada hari Rabu, walkie-talkie meledak, termasuk di pemakaman beberapa orang yang meninggal pada hari sebelumnya, menewaskan sedikitnya 20 orang. Ribuan lainnya terluka dalam kedua serangan tersebut.

Seperti biasa, dalam operasi yang dilakukan di luar negeri, Israel tidak membenarkan atau membantah dugaan keterlibatannya dalam serangan tersebut.

Baca juga: Benarkah Bom Pager Hizbullah Diproduksi di Taiwan?

Namun beberapa organisasi media telah melaporkan bahwa dinas rahasia Mossad menyusup ke rantai pasokan Hizbullah dan menanam bahan peledak di perangkat tersebut.

Berikut ini adalah informasi yang dihimpun Middle East Eye atau MEE tentang perusahaan-perusahaan yang terkait dengan pager dan walkie-talkie yang meledak itu.

Gold Apollo dan BAC Consulting

Gambar-gambar setelah serangan pada hari Selasa menunjukkan merek dagang Gold Apollo, produsen elektronik Taiwan , pada pager yang meledak.

Pada hari Jumat, dilaporkan bahwa jaksa Taiwan memeriksa dan kemudian membebaskan Hsu Ching-kuang, presiden dan pendiri Gold Apollo.

Hsu mengatakan bahwa perusahaannya tidak memproduksi pager yang dimaksud, dan bahwa pager tersebut dibuat oleh BAC Consulting KFT, sebuah perusahaan yang berpusat di Budapest yang memiliki lisensi untuk menggunakan merek dagangnya.

Baca juga: Mossad Tanam Bahan Peledak di 5.000 Pager Hizbullah

Ia mengatakan kepada NPR bahwa telah terjadi transaksi selama bertahun-tahun antara BAC dan Gold Apollo, yang dimulai pada tahun 2021 ketika ia didekati oleh seorang wanita Taiwan bernama Teresa.

Hsu mengatakan Teresa mengaku mewakili BAC Consulting. Ia mengatakan bahwa ia bernegosiasi selama lebih dari dua bulan dengannya, dan kemudian setuju untuk menjual pager-nya ke BAC dan membiarkan BAC menggunakan merek dagang Gold Apollo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!