Jejak Radio dan Pager yang Meledak: Melibatkan Hongaria, Bulgaria, Taiwan dan Jepang

Sabtu, 21 September 2024 - 16:23 WIB
Perusahaan Bulgaria

Bulgaria juga telah menarik perhatian setelah media lokal melaporkan pada hari Kamis bahwa perusahaan yang berbasis di Sofia Norta Global Ltd terlibat dalam penjualan pager tersebut.

Badan keamanan negara Bulgaria mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan kementerian dalam negeri untuk menyelidiki dugaan peran perusahaan yang terdaftar di negara tersebut.

Telex, situs berita Hungaria, melaporkan bahwa penjualan pager tersebut difasilitasi oleh Norta, mengutip sumber.

Penyiar nasional Bulgaria bTV melaporkan, mengutip sumber keamanan, bahwa 1,6 juta euro terkait dengan transaksi tersebut melewati Bulgaria, dan dikirim ke Hungaria.

Baca juga: Selain Pager dan Walkie Talkie, Israel juga Meledakkan iPhone?

Pada hari Jumat, badan keamanan negara Bulgaria mengatakan telah "memastikan" bahwa tidak ada pager yang digunakan dalam serangan tersebut yang diimpor dari, diekspor ke, atau dibuat di Bulgaria.

Dikatakan bahwa baik Norta maupun pemiliknya di Norwegia tidak memperdagangkan, menjual, atau membeli pager di dalam yurisdiksi Bulgaria.

Perangkat Jepang

Di tempat lain, produsen Jepang mengatakan sedang meluncurkan penyelidikan setelah namanya tercantum pada radio genggam yang meledak pada hari Kamis.

Icom, produsen peralatan telekomunikasi yang berkantor pusat di Osaka, mengatakan telah menghentikan produksi perangkat yang dimaksud satu dekade lalu.

Baca juga: Warga Hongaria Marah Terkait Produsen Bom Pager di Lebanon

Perusahaan itu mengatakan telah mengirim transceiver IC-V82, model yang digambarkan setelah hari kedua ledakan, ke pasar luar negeri antara tahun 2004 dan 2014.

Perusahaan itu mengatakan bahwa "hampir semua" radio IC-V82 yang tersedia untuk dibeli adalah palsu, dan telah mengambil tindakan hukum terhadap produsen palsu selama beberapa tahun.

"Yoshimasa Hayashi, kepala sekretaris kabinet Jepang, mengatakan pada hari Kamis bahwa pemerintah sedang menyelidiki masalah tersebut," demikian MEE.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!