Kisah Perang Yarmuk, Pertempuran Terdahsyat Mengakhiri Kekuasan Romawi

Selasa, 24 September 2024 - 12:42 WIB
Begitulah Akhlaq yang ditunjukkan para sahabat nabi. Mereka tawadhu’ dan saling menyayangi satu sama lain, tidak ada yang merasa lebih berkuasa satu sama lain apalagi mendzolimi saudaranya dengan jabatan yang dimiliki.

Jalannya Perang Yarmuk

Ketika awalnya Khalid Bin Walid ditugaskan Khalifah Abu Bakar sebagai komandan utama, beliau merencanakan strategi untuk membagi 36.000 pasukan kaum muslimin menjadi pasukan sayap kanan, tengah dan sayap kiri yang masing-masing dipimpin seorang komandan dari sahabat nabi. Kemudian dari masing-masing sayap tersebut dibentuk lagi pasukan-pasukan kecil yang terdiri dari 1000 orang dan dipimpin oleh seorang komandan. Hal ini dilakukan Khalid karena ia paham betul bahwa pasukan romawi terdiri atas pasukan kavaleri (pasukan yang menggunakan kendaraan) dan pasukan infantri (pasukan yang berjalan kaki). Oleh karenanya, ia membentuk pasukan kecil agar jarak antara pasukan kavaleri dan infantri romawi terpisah jauh dengan masuk ketengah antara pasukan kavaleri dan infantri. Sehingga pasukan muslim bisa menyerang dari depan dan belakang.

Saat Khalifah Umar mengganti komandan utama dari Khalid Bin Walid ke Abu Ubaidah, strategi ini tetap dipakai Abu Ubaidah. Kemudian dimulailah perang Yarmuk, pasukan muslim sesuai instruksi Khalid bahwa di awal berperang dengan kekuatan kecil lebih dulu dan cenderung bertahan sehingga pasukan romawi merasa menang dan terlena. Ketika pasukan Romawi terlena baru pasukan muslim menyerang dengan kekuatan penuh. Dengan strategi ini berhasil membuat pasukan Romawi kesulitan karena setelah berlalu tiga hari pasukan muslim masih bisa menahan serangan mereka yang secara jumlah sangat sedikit.

Kemudian di malam hari masih dalam keadaan perang, datanglah salah seorang jenderal pasukan Romawi yang bernama Mahan ke basis pasukan muslim. Tujuan dari kedatangan Mahan adalah bertemu dengan Khalid Bin Walid agar bersedia mengakhiri peperangan dan Romawi akan memberikan 10 dinar untuk setiap orang. Tahun depan Romawi akan beri lagi 10 dinar perorang.

Namun Khalid menjawab tawaran itu dengan berkata ” Tidak Mahan, Kami datang kesini bukan karena itu. Kami datang ke sini wahai Jenderal, Wallahi kami adalah bangsa peminum darah. Dan kami mendengar bahwa darahnya orang romawi adalah darah terlezat di muka bumi. Maka kami datangkan kepada kalian kaum yang mencintai kematian”. ujarnya. Kemudian dengan rasa takut Mahan kembali ke pasukannya dan bertemu dengan Panglima pasukan Romawi yang bernama Georgia.

Karena Georgia penasaran dengan apa yang dikatakan Mahan, maka beliau sendiri pergi ke basis pasukan muslim untuk bertemu Khalid. Setelah terjadi dialog dan Khalid menjawab pertanyaan Georgia tentang Islam. Akhirnya Panglima pasukan Romawi itu masuk islam, dan keesokan harinya berada dalam barisan pasukan Muslim dan Qadarullah, Georgia meninggal dalam pertempuran tersebut.

Akhirnya pasukan muslimin berhasil mendesak pasukan Romawi hingga masuk diantara pasukan kavaleri dan Infantri serta membunuh 100.000 pasukan Romawi. Pasukan Romawi akhirnya dapat dikalahkan dan kehilangan lebih dari 120.000 pasukan sedangkan pasukan muslim yang syahid hanya 3.000 orang.

Demikian kisah Perang Yarmuk. Mudah-mudahan kita dapat mengambil hikmah bahwa Allah tidak memenangkan kaum muslimin karena jumlah melainkan karena keimanan dan ketakwaannya pada Allah SWT.

Baca juga: Sejarah Perang Uhud dan Pelajaran Berharga untuk Umat Muslim
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!