Bagaimana Peran dan Dakwah Muslimah di Zaman Now?
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 13:10 WIB
Hal itu sebenarnya merupakan esensi kerja dakwah. Mendidik anak bukanlah masalah yang sepele, tetapi merupakan hal yang sangat berguna bagi dakwah Islam di masa depan, yaitu mempersiapkan generasi Islam yang lebih baik.
Sebagaimana yang disampaikan oleh shahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu, ia berkata, “Ajarilah anak-anakmu, karena sesungguhnya mereka tercipta untuk suatu zaman yang berbeda dengan zamanmu.”
Ibnu Jarir pernah berkata; “Wajib bagi kita mengajarkan anak-anak kita tentang agama dan kebaikan, beserta perkara adab yang dibutuhkannya”. (Fathul Qadir)
Hadis di atas menunjukan bahwa seorang perempuan sebagai seorang ibu memikul tanggung jawab besar dalam mendidik anak-anak yang merupakan amanah Allah sekaligus ujian kepada pasangan suami istri. Dalam hal ini, seorang ibu memainkan peranan yang signifikan dalam menanamkan ruh iman dan menunjukan jalan kebenaran yang hakiki untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. (Baca juga : Inilah Keutamaan Mengikuti Majelis Ilmu Syar'i )
3. Lingkup dakwah dalam lingkup masyarakat
Di samping peranannya dalam keluarga, perempuan juga memiliki peranan yang cukup penting dalam dunia masyarakat dan negara. Jika ia seorang yang ahli dalam ilmu agama, maka wajib baginya untuk mendakwahkan apa yang ia ketahui kepada kaum perempuan lainnya. Begitu pula jika ia seorang ahli dalam bidang tertentu, maka ia mempunyai andil dalam urusan tersebut. Namun tentu dengan batasan-batasan yang telah disyariatkan.
Di era yang serba mengandalkan teknologi ini, banyak kegiatan dakwah yang dapat dilakukan oleh para perempuan tanpa menghilangkan fitrahnya. Misalnya saja berdakwah dengan melalui tulisan. Menulis adalah salah satu cara dakwah paling tepat dan penting bagi perempuan. Kita dapat melakukannya kapan saja dan dimana saja termasuk menulis di rumah.
Dengan demikian, kaum perempuan mampu memanfaatkan waktu luang mereka secara positif, dan tentunya dengan cara ini mereka dapat menjangkau semua kalangan masyarakat. Selain dengan cara menulis, peran dakwah perempuan pun dibutuhkan dengan cara lisan.
Terbukti, dengan tumbuh suburnya majelis taklim di kalangan masyarakat luas, menuntut peran perempuan yang memiliki ilmu agama dan kemampuan dalam komunikasi untuk berdakwah. Terpenting, esensi dari dakwah adalah menyampaikan kebaikan dengan amar makruf nahi mungkar. (Baca juga : Artikulasi Konstitusional UU Penyiaran Bukanlah Pembatasan Ekspresi Publik )
Wallahu A'lam
Sebagaimana yang disampaikan oleh shahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu, ia berkata, “Ajarilah anak-anakmu, karena sesungguhnya mereka tercipta untuk suatu zaman yang berbeda dengan zamanmu.”
Ibnu Jarir pernah berkata; “Wajib bagi kita mengajarkan anak-anak kita tentang agama dan kebaikan, beserta perkara adab yang dibutuhkannya”. (Fathul Qadir)
Hadis di atas menunjukan bahwa seorang perempuan sebagai seorang ibu memikul tanggung jawab besar dalam mendidik anak-anak yang merupakan amanah Allah sekaligus ujian kepada pasangan suami istri. Dalam hal ini, seorang ibu memainkan peranan yang signifikan dalam menanamkan ruh iman dan menunjukan jalan kebenaran yang hakiki untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. (Baca juga : Inilah Keutamaan Mengikuti Majelis Ilmu Syar'i )
3. Lingkup dakwah dalam lingkup masyarakat
Di samping peranannya dalam keluarga, perempuan juga memiliki peranan yang cukup penting dalam dunia masyarakat dan negara. Jika ia seorang yang ahli dalam ilmu agama, maka wajib baginya untuk mendakwahkan apa yang ia ketahui kepada kaum perempuan lainnya. Begitu pula jika ia seorang ahli dalam bidang tertentu, maka ia mempunyai andil dalam urusan tersebut. Namun tentu dengan batasan-batasan yang telah disyariatkan.
Di era yang serba mengandalkan teknologi ini, banyak kegiatan dakwah yang dapat dilakukan oleh para perempuan tanpa menghilangkan fitrahnya. Misalnya saja berdakwah dengan melalui tulisan. Menulis adalah salah satu cara dakwah paling tepat dan penting bagi perempuan. Kita dapat melakukannya kapan saja dan dimana saja termasuk menulis di rumah.
Dengan demikian, kaum perempuan mampu memanfaatkan waktu luang mereka secara positif, dan tentunya dengan cara ini mereka dapat menjangkau semua kalangan masyarakat. Selain dengan cara menulis, peran dakwah perempuan pun dibutuhkan dengan cara lisan.
Terbukti, dengan tumbuh suburnya majelis taklim di kalangan masyarakat luas, menuntut peran perempuan yang memiliki ilmu agama dan kemampuan dalam komunikasi untuk berdakwah. Terpenting, esensi dari dakwah adalah menyampaikan kebaikan dengan amar makruf nahi mungkar. (Baca juga : Artikulasi Konstitusional UU Penyiaran Bukanlah Pembatasan Ekspresi Publik )
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :