Jelang Runtuhnya Daulah Abbasiyah: Dominasi Orang-Orang Turki Jadi Masalah
Selasa, 29 Oktober 2024 - 05:15 WIB
Daulah Abbasiyah mengalami kemunduran ditandai dengan menurunnya kekuasaan khalifah di bidang politik. Ilustrasi: AI
DAULAH Abbasiyah mengalami kemunduran ditandai dengan menurunnya kekuasaan khalifah di bidang politik. Kerajaan mengalami perpecahan. Politik sentral Khalifah telah berpindah ke daerah-daerah.
Syamruddin Nasution dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" menyebut Pemerintahan Daulah Abbasiyah banyak melakukan tindakan yang tidak menyenangkan rakyat sehingga mengakibatkan rakyat menjauhkan diri dari pemerintahan pusat dan mendirikan pemerintahan-pemerntahan kecil di daerah.
Akibatnya, kekuasaan sentral pusat menjadi hilang peranannya kalau tidak dikatakan lumpuh, maka Khalifah hanya sebagai lambang belaka.
Akibat dari itu semua Khalifah Abbasiyah yang lemah meminta bantuan kepada dinasti yang kuat di daerah untuk membantunya mengatasi tekanan Sultan yang telah terlebih dahulu masuk dalam pemerintahan Daulah Abbasiyah.
Baca juga: Detik-Detik Menjelang Runtuhnya Daulah Umayyah dan Berdirinya Daulah Abbasiyah
Tekanan Orang Turki
Sejarah masuknya orang-orang Turki ke dalam pemerintahan Daulah Abbasiyah diawali dari kebijaksanaan Khalifah al-Makmun yang menunjuk saudaranya al-Muktashim menjadi khalifah sepeninggal beliau.
Ketika itu orang-orang Persia tidak setuju karena mereka berkeinginan agar al-Makmun mengangkat anaknya yang bernama Abbas menjadi khalifah.
Hal itu tidak diinginkan al-Makmun. Akhirnya al-Muktasim diangkat al-Makmun menjadi Khalifah menggantikannya.
Hasan Ibrahim Hasan dalam bukunya berjudul "Sejarah dan Kebudayaan Islam" (Kota Kembang, 1989) menyebutkan setelah al-Muktasim naik tahta, dia memindahkan ibu kota Daulah Abbasiyah dari Baghdad ke Samarra kira-kira 95 Km ke arah hulu sungai Tigris dengan membangun istana dan asrama-asrama tentara yang akan menampung 250.000 tentara.
Syamruddin Nasution dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" menyebut Pemerintahan Daulah Abbasiyah banyak melakukan tindakan yang tidak menyenangkan rakyat sehingga mengakibatkan rakyat menjauhkan diri dari pemerintahan pusat dan mendirikan pemerintahan-pemerntahan kecil di daerah.
Akibatnya, kekuasaan sentral pusat menjadi hilang peranannya kalau tidak dikatakan lumpuh, maka Khalifah hanya sebagai lambang belaka.
Akibat dari itu semua Khalifah Abbasiyah yang lemah meminta bantuan kepada dinasti yang kuat di daerah untuk membantunya mengatasi tekanan Sultan yang telah terlebih dahulu masuk dalam pemerintahan Daulah Abbasiyah.
Baca juga: Detik-Detik Menjelang Runtuhnya Daulah Umayyah dan Berdirinya Daulah Abbasiyah
Tekanan Orang Turki
Sejarah masuknya orang-orang Turki ke dalam pemerintahan Daulah Abbasiyah diawali dari kebijaksanaan Khalifah al-Makmun yang menunjuk saudaranya al-Muktashim menjadi khalifah sepeninggal beliau.
Ketika itu orang-orang Persia tidak setuju karena mereka berkeinginan agar al-Makmun mengangkat anaknya yang bernama Abbas menjadi khalifah.
Hal itu tidak diinginkan al-Makmun. Akhirnya al-Muktasim diangkat al-Makmun menjadi Khalifah menggantikannya.
Hasan Ibrahim Hasan dalam bukunya berjudul "Sejarah dan Kebudayaan Islam" (Kota Kembang, 1989) menyebutkan setelah al-Muktasim naik tahta, dia memindahkan ibu kota Daulah Abbasiyah dari Baghdad ke Samarra kira-kira 95 Km ke arah hulu sungai Tigris dengan membangun istana dan asrama-asrama tentara yang akan menampung 250.000 tentara.
Lihat Juga :