Jelang Runtuhnya Daulah Abbasiyah: Dominasi Orang-Orang Turki Jadi Masalah

Selasa, 29 Oktober 2024 - 05:15 WIB
Dan sebagian dari kota yang dibangunnya itu diberikannya kepada kepala-kepala suku Turki. Pilihannya jatuh kepada orang-orang Turki karena dia sendiri atau ibunya berasal dari Turki.

Syed Mahmudunnasir dalam bukunya berjudul "Islam Konsepsi dan Sejarahnya" (Rosda Bandung, 1988) menambahkan untuk memperkuat pemerintahannya, maka dibentuklah tentara reguler yang terdiri dari orang-orang Turki yang berasal dari para budak .

Baca juga: Peranan Orang Persia dalam Daulah Abbasiyah: Dihabisi di Era Khalifah Al-Muktasim

Orang Turki yang terkenal jiwa militernya semakin hari semakin memperlihatkan prestasi mereka dalam bidang militer.

Akibatnya, pangkat-pangkat tertinggi dalam kemiliteran diberikan kepada mereka sehingga secara perlahan-lahan tentara Arab dan Persia semakin terdesak ke belakang.

Syed Mahmudunnasir mengatakan begitu besarnya peranan orang-orang Turki tersebut dalam pemerintahan Daulah Abbasiyah menyebabkan tentara dari unsur Arab dan Persia terpaksa mencari jalan keluar untuk mendirikan kerajaan-kerajaan kecil yang terbebas dari pemerintahan pusat.

Dasuki Ahmad dalam "Ikhtisar Perkembangan Islam" (Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementerian dan Pelajaran Malaysia, 1980) mengatakan peranan yang dimainkan orang-orang Turki pada pemerintahan setelah al-Muktasim sudah sedemikian besar. Para perwira-perwira Turki sudah memegang jabatan yang langsung berada di bawah khalifah.

Khalifah al-Mutawakkil, misalnya, berusaha untuk membatasi peranan mereka, tetapi usahanya itu gagal bahkan dia mati atas kerja sama orang Turki dengan putranya sendiri al-Muntashir.

Hal tersebut bisa terjadi, kemungkinan karena lemahnya khalifah atau karena banyaknya jabatan strategis yang telah mereka duduki.

Baca juga: Khalifah yang Membawa Daulah Abbasiyah Berjaya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!