Konflik Aliran Pemikiran di Era Khalifah Utsman bin Affan
Kamis, 31 Oktober 2024 - 18:52 WIB
Baca juga: Bernarkah Khalifah Utsman bin Affan Dikorbankan Bani Umayyah?
Sesudah pasukan Muslimin membebaskan Persia, Syam dan Mesir, dan setelah itu Umar terbunuh, persaingan itu mulai muncul ke permukaan dan fanatisme kegolongan pun muncul. Hal ini terjadi saat pembaiatan (pelantikan) Utsman.
Masih terdapat sumber-sumber yang berbeda tentang sikap Ali mengenai pelantikan ini. Tetapi semua sepakat tentang ketidakpuasan Banu Hasyim serta pandangan mereka mengenai hal ini, yang mengingatkan kita pada kata-kata Umar bin Khattab kepada Ibn Abbas:
"Orang tidak senang menggabungkan kenabian dan kekhalifahan semua pada kalian. Itu sudah menjadi pilihan Quraisy sendiri, dan sudah tepat sekali."
Juga kata-kata Ali bin Abi Thalib ini setelah pelantikan Utsman: "Orang melihat kepada Quraisy dan Quraisy melihat kepada keluarganya dengan mengatakan: Kalau Banu Hasyim sudah menguasai kalian, kalian tidak akan pernah lepas dari mereka, juga Quraisy yang lain tidak dapat saling bergantian di antara kalian."
Baca juga: Pasca-Terbunuhnya Utsman bin Affan: Delapan Hari Tanpa Khalifah
Dominasi Quraisy
Menurut Haekal, ketidaksenangan Banu Hasyim menyerahkan kekhalifahan kepada pihak Banu Umayyah mempunyai dampak yang dalam sekali terhadap pemerintahan Utsman.
Juga ketidaksenangan kabilah-kabilah Arab di luar Quraisy atas kekuasaan Quraisy berdampak demikian.
Kaum Muhajirin dan Ansar serta kaum veteran pembebasan yang sudah meninggalkan Makkah dan Madinah sudah menetap di Syam. Mereka yang meninggalkan Yaman dan Najd atau kabilah-kabilah Arab yang lain di selatan dan timur Semenanjung pergi ke Irak dan menetap di sana.
Tatkala para penanggung jawab di masa ketiga khalifah yang mula-mula itu dari tokoh-tokoh Makkah dan Madinah, yang lain telah pula mulai bertanya-tanya:
Sesudah pasukan Muslimin membebaskan Persia, Syam dan Mesir, dan setelah itu Umar terbunuh, persaingan itu mulai muncul ke permukaan dan fanatisme kegolongan pun muncul. Hal ini terjadi saat pembaiatan (pelantikan) Utsman.
Masih terdapat sumber-sumber yang berbeda tentang sikap Ali mengenai pelantikan ini. Tetapi semua sepakat tentang ketidakpuasan Banu Hasyim serta pandangan mereka mengenai hal ini, yang mengingatkan kita pada kata-kata Umar bin Khattab kepada Ibn Abbas:
"Orang tidak senang menggabungkan kenabian dan kekhalifahan semua pada kalian. Itu sudah menjadi pilihan Quraisy sendiri, dan sudah tepat sekali."
Juga kata-kata Ali bin Abi Thalib ini setelah pelantikan Utsman: "Orang melihat kepada Quraisy dan Quraisy melihat kepada keluarganya dengan mengatakan: Kalau Banu Hasyim sudah menguasai kalian, kalian tidak akan pernah lepas dari mereka, juga Quraisy yang lain tidak dapat saling bergantian di antara kalian."
Baca juga: Pasca-Terbunuhnya Utsman bin Affan: Delapan Hari Tanpa Khalifah
Dominasi Quraisy
Menurut Haekal, ketidaksenangan Banu Hasyim menyerahkan kekhalifahan kepada pihak Banu Umayyah mempunyai dampak yang dalam sekali terhadap pemerintahan Utsman.
Juga ketidaksenangan kabilah-kabilah Arab di luar Quraisy atas kekuasaan Quraisy berdampak demikian.
Kaum Muhajirin dan Ansar serta kaum veteran pembebasan yang sudah meninggalkan Makkah dan Madinah sudah menetap di Syam. Mereka yang meninggalkan Yaman dan Najd atau kabilah-kabilah Arab yang lain di selatan dan timur Semenanjung pergi ke Irak dan menetap di sana.
Tatkala para penanggung jawab di masa ketiga khalifah yang mula-mula itu dari tokoh-tokoh Makkah dan Madinah, yang lain telah pula mulai bertanya-tanya:
Lihat Juga :