Tips Sehat dan Cantik dari Aisyah, Istri Rasulullah
Minggu, 30 Agustus 2020 - 09:15 WIB
Keinginan untuk selalu terlihat cantik juga dimiliki oleh para istri Rasulullah, .agar terlihat sempurna di depan imam dan suami mereka. Foto ilustrasi/ist
Kecantikan adalah salah satu kelebihan yang dianugerahkan oleh Allah kepada kaum perempuan . Maka tak heran, bila fitrah setiap perempuan selalu ingin tampil cantik dan indah. Agar dapat tampil cantik secara jasmani , muslimah perlu memperhatikan kebersihan tubuh, menutup aurat, dan menggunakan pakaian yang sopan. Sedangkan cantik secara rohani yaitu, menjaga ketaatan hati pada Allah Ta'ala dan amalnya.
Keinginan untuk selalu terlihat cantik juga dimiliki oleh para istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tentu saja keinginan untuk selalu terlihat cantik ini terutama agar terlihat sempurna di depan Rasulullah yang merupakan imam dan suami mereka.
Salah satunya yang diperlihatkan Aisyah radhiyallahu'anha. Untuk menjaga kesehatan jasmaninya Aisyah selalu mengonsumsi sayuran seperti mentimun dan buah-buahan, yakni kurma. (Baca juga : Bersyukur dengan Hati, Lisan dan Amal Perbuatan )
Ada riwayat bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika hendak dipertemukan dengan Rasulullah, rutin mengkonsumsi mentimun dan kurma basah untuk mendapatkan tubuh yang ideal . Maklum, ketika itu tubuhnya kecil dan kurus. Aisyah berkata, “Ibuku mengobatiku agar aku kelihatan gemuk, saat dia hendak mempertemukan aku dengan Rasulullah, dan usaha itu tidak membuahkan hasil sehingga aku memakan timun dengan kurma basah. Kemudian aku menjadi gemuk dengan bentuk yang ideal.” (HR Ibnu Majah)
Juga sebuah hadis meriwiyatkan, dari Aisyah bahwasanya, “Rasulullah sering makan mentimun dicampur dengan kurma basah.” (HR Tirmidzi) (Baca juga : Satukan Hati dan Pikiran Saat Bertaubat )
Dalam ilmu pengobatan Islam, mentimun yang memiliki nama ilmiah cucumis sativus ini dikenal dengan nama qitsa’ atau khiyar. Allah menyebut sayuran ini dalam surah Al-Baqarah ayat 61.
وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَن نَّصْبِرَ عَلَىَ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنبِتُ الأَرْضُ مِن بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَ
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya”. (QS Al-Baqarah : 61)
Beberapa khasiat lain dari mentimun juga dibahas dalam beberapa Hadis Nabi maupun dalam al-Qur`an yang pada dasarnya berkhasiat untuk kesehatan, kebugaran, dan kecantikan. (Baca juga : WHO Mulai Terima Vaksin COVID-19 dari Seluruh Dunia Pekan Depan )
Dari hasil penelitian modern juga disebutkan bahwa mentimun mengandung 0,65% protein, 0,1% lemak, dan 2,2% karbohidrat. Selain itu, juga mengandung zat bermanfaat lain, seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C.
Keinginan untuk selalu terlihat cantik juga dimiliki oleh para istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tentu saja keinginan untuk selalu terlihat cantik ini terutama agar terlihat sempurna di depan Rasulullah yang merupakan imam dan suami mereka.
Salah satunya yang diperlihatkan Aisyah radhiyallahu'anha. Untuk menjaga kesehatan jasmaninya Aisyah selalu mengonsumsi sayuran seperti mentimun dan buah-buahan, yakni kurma. (Baca juga : Bersyukur dengan Hati, Lisan dan Amal Perbuatan )
Ada riwayat bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika hendak dipertemukan dengan Rasulullah, rutin mengkonsumsi mentimun dan kurma basah untuk mendapatkan tubuh yang ideal . Maklum, ketika itu tubuhnya kecil dan kurus. Aisyah berkata, “Ibuku mengobatiku agar aku kelihatan gemuk, saat dia hendak mempertemukan aku dengan Rasulullah, dan usaha itu tidak membuahkan hasil sehingga aku memakan timun dengan kurma basah. Kemudian aku menjadi gemuk dengan bentuk yang ideal.” (HR Ibnu Majah)
Juga sebuah hadis meriwiyatkan, dari Aisyah bahwasanya, “Rasulullah sering makan mentimun dicampur dengan kurma basah.” (HR Tirmidzi) (Baca juga : Satukan Hati dan Pikiran Saat Bertaubat )
Dalam ilmu pengobatan Islam, mentimun yang memiliki nama ilmiah cucumis sativus ini dikenal dengan nama qitsa’ atau khiyar. Allah menyebut sayuran ini dalam surah Al-Baqarah ayat 61.
وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَن نَّصْبِرَ عَلَىَ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنبِتُ الأَرْضُ مِن بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَ
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya”. (QS Al-Baqarah : 61)
Beberapa khasiat lain dari mentimun juga dibahas dalam beberapa Hadis Nabi maupun dalam al-Qur`an yang pada dasarnya berkhasiat untuk kesehatan, kebugaran, dan kecantikan. (Baca juga : WHO Mulai Terima Vaksin COVID-19 dari Seluruh Dunia Pekan Depan )
Dari hasil penelitian modern juga disebutkan bahwa mentimun mengandung 0,65% protein, 0,1% lemak, dan 2,2% karbohidrat. Selain itu, juga mengandung zat bermanfaat lain, seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C.
Lihat Juga :