Bersyukur dengan Hati, Lisan dan Amal Perbuatan

loading...
Bersyukur dengan Hati, Lisan dan Amal Perbuatan
Berzikir dan memuji Allah adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah Taala. Foto ilustrasi/ist
Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan rezeki kepada manusia dengan segala apa yang ada di bumi. Setiap makhluk dapat makan dan minum. Allah juga mengaruniakan kepada pakaian yang dengannya manusia dapat menutup aurat dan berhias. Allah juga menganugerahkan tempat tinggal yang di dalamnya manusia dapat beristirahat dengan nyaman. Allah juga memberikan kendaraan yang dengannya setiap orang dapat bepergian.

Bahkan, Allah juga mengaruniakan kepada setiap orang jasad yang sehat yang dengannya kita dapat beraktifitas. Allah juga menempatkan kita di negeri yang aman, damai dan sentosa Semuanya itu adalah kenikmatan yang Allah karuniakan untuk kita. Tidak ada satu pun, dan sekecil apapun nikmat melainkan itu datang dari Allah. (Baca juga : Hilangkan Kesedihan Hati dengan Amalan-amalan Ini! )

Dan yang lebih berharga dari itu semua, Allah pula yang mengaruniakan kepada kita nikmat iman dan Islam, nikmat hidayah dan akidah. Oleh karena itu, hendaknya setiap muslim harus bersyukur kepada-Nya. Hendaknya kaum muslim senantiasa ingat dan jangan lupa. Hendaknya selalu taat dan jangan bermaksiat kepada-Nya.Bersyukur harus dilakukan dengan hati, lisan, dan amal perbuatan..

Bersyukur dengan hati dilakukan dengan cara senantiasa menyadari, mengingat dan menghadirkan dalam hati bahwa setiap nikmat yang kita rasakan tersebut dari Allah, dan bukan dari siapa pun. Allah lah, dengan kasih sayang-Nya, keutamaan dan kebaikan-Nya yang telah memberikannya kepada kita. Ingatlah, kapan pun saat hati kita merasakan hal itu, berarti hati kita sedang bersyukur kepada Allah. (Baca juga : Kasus Positif Covid-19 Terus Bertambah, Warga Harus Lebih Disiplin )

Bersyukur dengan lisan dilakukan dengan cara bertahadduts (menyebut-nyebut) nikmat tersebut, memuji Allah (mengucapkan Alhamdulillah), dan menisbatkan nikmat itu kepada Allah. Bukan malah merasa sombong dan berbangga diri dengan kenikmatan itu seolah semua itu hanyalah hasil jerih payah kita.

Sedangkan bersyukur dengan anggota badan adalah syukur yang paling penting. Ia dilakukan dengan cara menggunakan semua nikmat tersebut dalam rangka membantu kita di dalam menaati Allah. Kita pakai semua nikmat itu di jalan yang diridhai oleh pemiliknya. Bukan justru sebaliknya. Kita malah menggunakan nikmat-nikmat itu untuk menentang Allah dengan bermaksiat. Dengan demikian kita termasuk orang-orang yang kufur terhadap nikmat Allah, wal’iyaadzu billah.

Jika kita bersyukur dengan nikmat-nikmat itu, Allah menjanjikan kepada kita tambahan nikmat. Akan tetapi jika kita tidak bersyukur, alis kufur nikmat, maka Allah mengancam kita dengan siksa-Nya yang sangat pedih. (Baca juga : Amalan Kecil Tapi Istiqamah, Lebih Dicintai Allah Ta'ala )

Bahkan, senantiasa berterima kasih kepada orang lain dan salah satu cara untuk mensyukuri nikmat Allah adalah dengan berterima kasih kepada manusia yang menjadi perantara sampainya nikmat Allah kepada kita.

Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

لا يشكر الله من لا يشكر الناس
halaman ke-1
cover top ayah
وَكَمۡ اَهۡلَـكۡنَا قَبۡلَهُمۡ مِّنۡ قَرۡنٍ هُمۡ اَشَدُّ مِنۡهُمۡ بَطۡشًا فَنَقَّبُوۡا فِى الۡبِلَادِ ؕ هَلۡ مِنۡ مَّحِيۡصٍ
Dan betapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, (padahal) mereka lebih hebat kekuatannya daripada mereka (umat yang belakangan) ini. Mereka pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah tempat pelarian (dari kebinasaan bagi mereka)?

(QS. Qaf:36)
cover bottom ayah
preload video