Kisah Tragis Runtuhnya Abbasiyah: Hulagu Khan Bunuh Khalifah dan 1,8 Juta Muslim
Selasa, 05 November 2024 - 14:09 WIB
Dengan leluasa Hulagu Khan menghancurkan Baghdad beserta rakyatnya dalam tempo satu minggu. Tidak kurang dari 1.800.000 orang tewas di tangan pasukannya, termasuk khalifah sendiri.
Namun seorang putra khalifah berhasil melarikan diri ke Syiria dan mambawa seluruh atribut kebesaran khalifah dari Baghdad. Dialah kelak yang akan diangkat oleh Baybars I Raja Dinasti Mamluk di Mesir sebagai khalifah.
Baca juga: Kisah Sultan Iltutmish Menghalau Tentara Mongol dari India
Dengan jatuhnya kota Baghdad ke tangan Mongol, hancurlah kekuasaan Bani Abbas bersamaan dengan hancurnya berbagai peninggalan ilmu dan peradaban Islam yang luhur, yang pernah dibangun oleh para khalifah.
Dengan serangan tentara Mongol terakhir inilah yang secara langsung menyebabkan hancurnya kekhalifahan Daulah Abbasiyah pada tahun 1258 M.
Kenyataan pahit ini harus diterima oleh umat Islam saat itu. Betapa tidak, kekuasaan yang telah dibentuk sekitar 5 abad dan dibangun dengan pengorbanan yang tidak sedikit, ternyata lenyap begitu saja dalam waktu sekejab.
Para sejarawan menggambarkan bahwa dengan runtuhnya Baghdad sebagai ibu kota Negara Islam, merupakan lembaran sejarah yang sangat menyedihkan dan menyakitkan sepanjang sejarah Islam. Bahkan mereka menyebutkan bahwa dalam perjalanan sejarah, tidak ada peristiwa yang lebih buruk dan menyakitkan hati selain daripada peristiwa runtuhnya kota Baghdad. Wa Allah a’lam bi al-Shawab.
Baca juga: Apakah Yajuj dan Majuj Bangsa Mongol? Simak Penjelasannya
Namun seorang putra khalifah berhasil melarikan diri ke Syiria dan mambawa seluruh atribut kebesaran khalifah dari Baghdad. Dialah kelak yang akan diangkat oleh Baybars I Raja Dinasti Mamluk di Mesir sebagai khalifah.
Baca juga: Kisah Sultan Iltutmish Menghalau Tentara Mongol dari India
Dengan jatuhnya kota Baghdad ke tangan Mongol, hancurlah kekuasaan Bani Abbas bersamaan dengan hancurnya berbagai peninggalan ilmu dan peradaban Islam yang luhur, yang pernah dibangun oleh para khalifah.
Dengan serangan tentara Mongol terakhir inilah yang secara langsung menyebabkan hancurnya kekhalifahan Daulah Abbasiyah pada tahun 1258 M.
Kenyataan pahit ini harus diterima oleh umat Islam saat itu. Betapa tidak, kekuasaan yang telah dibentuk sekitar 5 abad dan dibangun dengan pengorbanan yang tidak sedikit, ternyata lenyap begitu saja dalam waktu sekejab.
Para sejarawan menggambarkan bahwa dengan runtuhnya Baghdad sebagai ibu kota Negara Islam, merupakan lembaran sejarah yang sangat menyedihkan dan menyakitkan sepanjang sejarah Islam. Bahkan mereka menyebutkan bahwa dalam perjalanan sejarah, tidak ada peristiwa yang lebih buruk dan menyakitkan hati selain daripada peristiwa runtuhnya kota Baghdad. Wa Allah a’lam bi al-Shawab.
Baca juga: Apakah Yajuj dan Majuj Bangsa Mongol? Simak Penjelasannya
(mhy)
Lihat Juga :