3 Penyebab Keruntuhan Dinasti Abbasiyah, Salah Satunya karena Meninggalkan Syariat Islam

Selasa, 12 November 2024 - 19:19 WIB
Batas antara Perang Salib yang satu dengan yang lainnya secara pasti tidak dapat ditentukan,

menurut K. Hitti perang salib terjadi tiga kali, sedangkan menurut Shalaby tujuh kali, dan menurut Sa’ad Abd Fattah ‘Asyur delapan kali.

Penguasa Islam Alp Arselan yang memimpin gerakan ekspedisi yang kemudian dikenal dengan “Peristiwa Manzikart” pada tahun 464 H. Tentara Alp Arselan yang hanya berkekuatan 15.000 tentara, dalam peristiwa ini berhasil mengalahkan tentara Romawi yang berjumlah 200.000 orang yang terdiri dari tentara Romawi, Ghuz, Al-Akraj, Al-Hajr, Prancis, dan Armenia.

Dengan peristiwa ini menanamkan benih permusuhan dan kebencian orang-orang Kristen terhadap umat Islam, sehingga terjadinya perang salib.

3. Serangan Pasukan Mongol

Tentara Mongol yang kala itu tengah berkuasa melakukan invasi ke berbagai tempat demi memperluas wilayah kekuasaannya. Invasi inilah yang menjadi penyebab utama runtuhnya Dinasti Abbasiyah.

Pada tahun 1258 M, tentara mongol yang berkekuatan 200.000 orang tiba di salah satu pintu Baghdad. Rupanya ancaman serangan tersebut membuat Dinasti Abbasiyah yang dipimpin oleh Khalifah al-Mu’tashim tidak mampu berbuat apa-apa.

Mengetahui hal itu, Hulagu Khan lantas menjebak khalifah dengan menyebut akan melakukan perjanjian damai sembari melakukan perjodohan. Hal tersebut rupanya dipercaya oleh Khalifah al-Mu’tashim, setelah para petinggi dinasti keluar mereka langsung dibantai oleh pasukan Mongol.

Namun sebelum membunuh wazir, Hulagu Khan berkata “Kamu pantas mendapat hukuman berat karena berkhianat kepada orang yang telah memberimu kedudukan.” Sejak saat itu, berakhirlah kekuasaan Abbasiyah dan kemudian dikuasai oleh Hulagu Khan.

Baca juga: Kisah Tragis Runtuhnya Abbasiyah: Hulagu Khan Bunuh Khalifah dan 1,8 Juta Muslim
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!