Isi Kandungan dari Surat Al-Anbiya Ayat 1-30

Kamis, 14 November 2024 - 19:24 WIB
Mereka yang berlaku zalim berusaha menyembunyikan niat buruk mereka, meragukan Muhammad dengan mengatakan, "Dia hanyalah manusia biasa seperti kalian. Mengapa kalian mengikuti sihir ini padahal kalian menyaksikannya?" Namun, Muhammad menjawab dengan keyakinan, "Tuhanku mengetahui setiap perkataan yang ada di langit dan di bumi, dan Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Selanjutnya terdapat tafsiran sebagai berikut :

Hari perhitungan amal bagi setiap manusia sudah semakin dekat, namun mereka terus terlena dan berpaling dari kebenaran. Tidak ada satu pun wahyu baru yang diturunkan kepada mereka, melainkan mereka hanya mendengarkannya dengan hati yang lalai dan sikap yang acuh tak acuh, seolah-olah mereka sedang bermain-main.

Bahkan, orang-orang yang zalim itu berusaha menyembunyikan pembicaraan mereka, dengan berkata, "Orang ini (Muhammad) tidak lebih dari seorang manusia biasa seperti kalian, maka mengapa kalian menerima apa yang dia bawa, padahal kalian menyaksikan sendiri hal ini?" Maka Nabi Muhammad (SAW) menjawab, "Tuhanku mengetahui segala sesuatu yang terjadi di langit dan di bumi, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

3. Rasulullah Tidak Lebih dari Manusia Biasa

Surah Al-Anbiya juga menjelaskan bahwa Rasulullah sendiri adalah manusia biasa seperti umat muslim lainnya sesuai dengan ayat 7-9 surah Al Anbiya.

Hal ini diperjelas dalam tafsiran Ibnu Katsir pada ayat ke 7-9 surah Al-Anbiya. Tafsiran tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT menjawab tuduhan orang-orang yang mengingkari Rasul dari kalangan manusia dengan firman-Nya.

"Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelumnya kepada kamu (Muhammad) kecuali sebagai lelaki-lelaki yang Kami wahyukan kepada mereka" (Al-Anbiya: 7). Hal ini menunjukkan bahwa semua rasul yang diutus sebelum Nabi Muhammad adalah manusia laki-laki, dan tidak ada satu pun di antara mereka yang berasal dari kalangan malaikat.

Hal Ini merupakan anugerah sempurna dari Allah ﷻ kepada makhluk-Nya, di mana Dia mengutus rasul-rasul-Nya dari kalangan mereka sendiri. Dengan cara ini, rasul-rasul tersebut dapat menyampaikan wahyu dengan lebih mudah dipahami, dan umat dapat menerima dengan lebih baik.

Sebagaimana Allah ﷻ berfirman: "Dan tidaklah Kami menjadikan mereka tubuh yang tidak memerlukan makanan." (Al-Anbiya: 8). Ayat ini menunjukkan bahwa para rasul juga memiliki sifat kemanusiaan yang membuat mereka dapat merasakan kebutuhan seperti makhluk lainnya.

4. Kemuliaan yang Terkandung dalam Al-Qur'an

Pada ayat ke 10-15 Surah Al-Anbiya, menekankan tentang kemuliaan yang terkandung dalam Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia. Allah SWT mengingatkan agar umat manusia memahami dan memanfaatkan wahyu yang telah diberikan-Nya, karena di dalamnya terdapat jalan kemuliaan dan kebahagiaan.

Pada tafsiran Ibnu Katsir menjelaskan bawha Allah SWT berfirman “Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagi kalian.” (Al-Anbiya: 10).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!