Arti Ainul Yaqin dan Haqqul Yaqin beserta Penjelasannya

Jum'at, 13 Desember 2024 - 11:36 WIB
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيۡنَ الۡيَقِيۡنِۙ


“Dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin.” (QS At-Takatsur: 7)

Contohnya adalah seseorang yang melihat temannya minum jamu lalu menjulurkan lidahnya dan mengeluh bahwa rasanya pahit. Apa yang dia lihat ini tentunya membuat keyakinannya menguat bahwa rasa jamu itu pahit.

Arti Haqqul Yaqin

Haqqul yaqin artinya tersingkapnya rahasia cahaya (kebenaran) dan pembebasan diri dari beban yakin. Ini merupakan derajat keyakinan yang paling tinggi dan tidak semua orang mampu mengalami haqqul yaqin.

Dikutip dari Ilmu Tasawuf (Penguatan Mental-Spiritual dan Akhlaq) oleh Imam Kanafi (2020: 162), haqqul yaqin diyakini hanya bisa diperoleh oleh para Rasul. Sebab, orang yang berada pada tingkatan ini bisa merasakan akibat iman seperti yang dikabarkan oleh Rasulullah SAW.

Menurut penjelasan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam salah satu kitabnya, Rasulullah melihat surga dan neraka dengan mata kepalanya sendiri di saat beliau masih hidup. Nabi Musa AS mendengar kalam Allah tanpa perantara, di mana Allah menampakkan diri-Nya kepada gunung dan Musa melihat kejadian itu hingga gunung menjadi hancur berkeping-keping.

Penjelasan tersebut mencontohkan bahwa orang pada derajat haqqul yaqin memiliki keyakinan yang pasti tidak tergoyahkan oleh apa pun yang terjadi. Sebab, keyakinan itu sudah pernah dirasakan secara langsung hingga merasuki kalbu.

Sebagai contoh, orang dengan haqqul yaqin telah menjiwai ilmu dan amalan-amalannya, sehingga ketika ia terpeleset dalam perbuatan maksiat, seakan-akan ia langsung bisa merasakan siksanya. Begitu pula ketika berbuat taat, seakan-akan bisa langsung merasakan pahalanya.

Pada tingkatan tertentu, seorang mukmin mungkin bisa mendapatkan haqqul yaqin dengan merasakan akibat iman yang berkaitan dengan hati dan amalnya. Jika hatinya dapat merasakan keyakinan ini, maka ia bisa disebut telah mengalami haqqul yaqin.

Namun, untuk perkara-perkara akhirat seperti surga dan neraka, hari kiamat, melihat Allah dengan mata kepala sendiri, serta mendengar kalam Allah secara langsung, maka seorang mukmin tidak bisa mencapai tahap haqqul yaqin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!