Surat Al-Ikhlas: Kisah Sahabat Nabi SAW yang Rutin Membacanya Setiap Salat

Rabu, 18 Desember 2024 - 11:36 WIB
Lelaki itu menjawab, “Aku tidak akan meninggalkannya (surah al-Ikhlas) apa pun alasannya. Jika kalian mau menjadikan diriku sebagai imam kalian, maka aku akan tetap melakukannya. Dan jika kalian tidak suka, maka aku tidak mau menjadi imam kalian.”

Mereka kemudian tetap menjadikannya sebagai imam, karena lelaki ini adalah orang yang paling mulia di antara mereka, dan mereka tidak suka bila diimami oleh selainnya.

Pada suatu ketika, Nabi Muhammad SAW berkunjung kepada para jamaah masjid Quba. Mereka kemudian memanfaatkan momen ini untuk bertanya kepada beliau tentang peristiwa yang mereka alami. Setelah mendengarkan dengan saksama, Nabi Muhammad SAW lalu memanggil sang imam untuk memberikan klarifikasi.

Beliau berkata, “Hai Fulan, apakah yang mencegahmu hingga tidak mau melakukan apa yang diminta oleh teman-temanmu, dan mengapa engkau selalu membaca surat ini dalam tiap rakaat salatmu?”

Lelaki itu menjawab, “Aku menyukainya.”

Mendengar jawaban tersebut, beliau lantas bersabda:

حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ


Artinya: “Kecintaanmu kepada surat (al-lkhlas) ini dapat memasukkanmu ke dalam surga.” (Sahih al-Bukhari).

Baca juga: Interpretasi Esoterik Al-Qur'an: Garis Pembatas Surat Al-Ikhlas

Dari kisah di atas, kita dapat mempelajari dua hal, yakni: Pertama, surah al-Ikhlas memiliki beberapa keutamaan sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadis-hadis sahih.

Kedua, kecintaan seseorang kepada Allah SWT dan hal-hal yang berkaitan dengan-Nya – jika dilakukan dengan tulus dan sepenuh hati – dapat mengantarkan seseorang kepada rida-Nya.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!