Keutamaan Bacaan Istirja, Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun

Kamis, 16 Januari 2025 - 15:51 WIB
“Ucapan ini menanamkan di dalam hati mereka suatu pengakuan yang menyatakan bahwa diri mereka adalah hamba-hamba-Nya dan mereka pasti akan kembali kepada-Nya di hari akhirat nanti. Karena itulah maka Allah memberitahukan tentang pahala yang akan Dia berikan kepada mereka sebagai imbalan dari hal tersebut,” terang Ibnu Katsir dalam Tafsirnya.

Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zhilalil Quran menjelaskan, “Kita adalah milik Allah. Kita semua dan segala sesuatu yang ada pada kita. Eksistensi kita dan zat kita adalah kepunyaan Allah. Dan kepada-Nya kita kembali dan menghadap dalam setiap perkara. Maka kita harus pasrah dan menyerah secara mutlak. Menyerah sebagai perlindungan terakhir yang bersumber dari pertemuan vis a vis dengan satu hakikat dan dengan pandangan yang benar.”

Keutamaan Ucapan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun

Ucapan istirja’ memiliki banyak keutamaan. Dari Al-Qur’an dan hadits, kita mendapatkan penjelasan mengenai keutamaan mengucapkan istirja’. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Bukti Kesabaran

Orang yang mengumpat dan mengeluarkan kata-kata kotor saat mendapat musibah, apalagi menyalahkan Allah, bukanlah orang yang sabar. Demikian pula orang yang menangis meraung-raung sambil menampar pipi atau melukai tubuh saat mendapat musibah, bukanlah orang yang sabar. Bahkan itu termasuk perilaku jahiliyah.

Sebaliknya, orang yang mengucapkan kalimat istirja’ saat mendapat musibah, insya Allah ia adalah orang yang sabar. Ia menyadari dirinya milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Demikian pula semua miliknya, pada hakikatnya adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ . الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ


Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” (QS. Al Baqarah: 155-156)

2. Mendapatkan Pahala

Orang yang mengucapkan kalimat istirja’ saat mendapat musibah, ia mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Kemudian Allah menerangkan bahwa orang-orang yang sabar, yang mendapat pahala dari Allah, ialah mereka yang Allah sebutkan dalam firman-Nya, Surat Al Baqarah ayat 156,” kata Ibnu Katsir saat menjelaskan tafsir ayat di atas.

“Yakni mereka menghibur dirinya dengan mengucapkan kalimat istirja’ manakala mereka tertimpa musibah dan mereka yakin bahwa diri mereka adalah milik Allah. Dia memperlakukan terhadap hamba-hamba-Nya menurut apa yang Dia kehendaki. Mereka meyakini bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala di sisi-Nya seberat biji sawi pun kelak di hari kiamat.”

3. Pahala Tanpa Batas

Bukan hanya pahala biasa, orang yang sabar dan mengucapkan istirja’ saat mendapat musibah, ia akan mendapatkan pahala tanpa batas. Sebagaimana firman-Nya:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ


Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS. Az Zumar: 10)

4. Mendapatkan Maiyatullah

Orang yang sabar dan mengucapkan istirja’ saat mendapat musibah, ia juga akan mendapatkan maiyatullah. Allah akan membersamainya.

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ


Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah : 153)

وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!