Puasa Ramadan, Pengertian dan Dalil-dalilnya

Rabu, 19 Februari 2025 - 05:15 WIB
Ada juga hadis lain dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi SAW bersabda: "Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu". (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Selain itu, ada hadis lain yang menyebutkan mengenai keutamaan puasa Nabi Dawud 'alaihissalam. Dari Abdullah bin Amru radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Salat (sunnah) yang paling dicintai oleh Allah adalah salat (seperti) Nabi Dawud. Dan puasa (sunnah) yang paling dicintai Allah adalah puasa (seperti) Nabi Dawud. Beliau tidur separuh malam, lalu salat sepertiganya dan tidur seperenamnya lagi. Beliau puasa sehari dan berbuka sehari. (HR. Al-Bukhari)

Kemudian hadis lain menyebutkan tentang puasa Asyura. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: ketika Rasulullah SAW tiba di Kota Madinah dan melihat orang-orang Yahudi sedang melaksanakan puasa Assyura, beliau pun bertanya, "Apa ini?". Mereka menjawab: "Ini hari baik, hari di mana Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka lalu Musa shaum pada hari itu. Maka Rasulullah SAW menjawab: "Aku lebih berhak terhadap Musa dari kalian, maka beliau shaum pada hari itu dan memerintahkan untuk melaksanakan shaum tersebut". (HR. Al-Bukhari)

Juga ada hadis lain menyebutkan puasa Arafah. Dari Abi Qatadah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Puasa hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun, yaitu tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya. Puasa Asyura' menghapuskan dosa tahun sebelumnya". (HR Jamaah kecuali Al-Bukhari dan Tirmizy)

Ada lagi hadis lain yang menyebutkan puasa Syawwal. Dari Ayyub Al-Anshari RA, dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: "Orang yang puasa Ramadhan lalu dilanjutkan dengan puasa 6 hari dari bulan Syawwal, maka seperti orang yang berpuasa setahun". (HR. Muslim).

Selanjutnya hadis lain menyebutkan puasa Ayyamul Bidh. Dari Abu Zar Al-Ghifari RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Aba Dzarr, bila kamu hendak puasa tiga hari dalam sebulan, maka puasalah pada tanggal 13, 14 dan 15. (HR. An-Nasai, At-Tirmizy dan Ibnu Hibban).

Terakhir hadis tentang kebiasaan Nabi SAW berpuasa di bulan Sya'ban, sebagaimana yang diriwayatkan Sayyidah Aisyah RA ia berkata: "Saya tidak melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya'ban". (HR Muslim).

Baca juga: Asal Usul dan Sejarah Disyariatkannya Puasa Ramadan

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!