Apa Arti Qiyamu Ramadan? Berikut Penjelasan, Asal Usul, dan Keutamaan
Jum'at, 21 Februari 2025 - 08:37 WIB
"Barang siapa yang menegakkan salat malam di bulan Ramadan dengan keimanan dan mencari keridhaan Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar pahala bagi umat yang melaksanakan salat malam di bulan Ramadan, karena salat tersebut dapat menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu, dengan syarat dilakukan dengan penuh keimanan dan harapan akan pahala dari Allah.
Baca juga: Tips Agar Mudah Bangun Malam untuk Qiyam Ramadhan
"Datang kepada Rasulullah seorang laki-laki dari Bani Qudhaah, lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku telah bersyahadat tiada sesembahan yang hak kecuali Allah, dan bersyahadat bahwa engkau adalah utusan-Nya, aku salat lima waktu, puasa satu bulan (Ramadan), dan aku telah menegakkan salat malam di bulan Ramadan serta aku tunaikan zakat?’
Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang mati dalam keadaan seperti ini, maka dia termasuk dalam kelompok shiddiqin dan orang-orang yang syahid.'”
(Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahih keduanya dan oleh selainnya dengan sanad yang sahih)
Hadis ini menegaskan bahwa orang yang melaksanakan qiyamu Ramadan dengan keimanan yang tulus dan penuh harapan akan pahala Allah, akan dihargai dengan derajat yang sangat mulia, yakni sebagai shiddiqin dan syuhada.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar pahala bagi umat yang melaksanakan salat malam di bulan Ramadan, karena salat tersebut dapat menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu, dengan syarat dilakukan dengan penuh keimanan dan harapan akan pahala dari Allah.
Baca juga: Tips Agar Mudah Bangun Malam untuk Qiyam Ramadhan
2. Mendapatkan Gelar Shiddiqin dan Syuhada
Keutamaan lainnya bagi mereka yang melaksanakan qiyamu Ramadan adalah mendapatkan gelar sebagai shiddiqin (orang yang sangat jujur dalam beriman) dan syuhada (orang yang mati syahid). Sebagaimana dalam hadist riwayat Amr bin Murroh, yang artinya:"Datang kepada Rasulullah seorang laki-laki dari Bani Qudhaah, lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku telah bersyahadat tiada sesembahan yang hak kecuali Allah, dan bersyahadat bahwa engkau adalah utusan-Nya, aku salat lima waktu, puasa satu bulan (Ramadan), dan aku telah menegakkan salat malam di bulan Ramadan serta aku tunaikan zakat?’
Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang mati dalam keadaan seperti ini, maka dia termasuk dalam kelompok shiddiqin dan orang-orang yang syahid.'”
(Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahih keduanya dan oleh selainnya dengan sanad yang sahih)
Hadis ini menegaskan bahwa orang yang melaksanakan qiyamu Ramadan dengan keimanan yang tulus dan penuh harapan akan pahala Allah, akan dihargai dengan derajat yang sangat mulia, yakni sebagai shiddiqin dan syuhada.
3. Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT
Salat malam di bulan Ramadan tidak hanya memberi manfaat secara spiritual, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memperbanyak ibadah di malam hari, seorang Muslim dapat merasakan kedekatan dengan Sang Pencipta, memperbaiki diri, dan memperkuat keimanan. Hal ini merupakan kesempatan emas di bulan Ramadan untuk memperbaiki kualitas ibadah dan memperbaharui taubat.Lihat Juga :