Apa Tujuan dari Puasa Ramadan Berdasarkan Al Quran dan Hadis?
Jum'at, 07 Maret 2025 - 05:01 WIB
Berpuasa itu sebenarnya bukan tujuan, tetapi suatu cara untuk mencapai tujuan. Dan tujuan utama yang merupakan buah dari ibadah puasa itu, adalah untuk meningkatkan orang beriman menjadi bertakwa (Muttaqin). Foto ilustrasi/ist
Apa tujuan dari puasa Ramadan berdasarkan Al Quran dan hadis? Berpuasa itu sebenarnya bukan tujuan, tetapi suatu cara untuk mencapai tujuan. Dan tujuan utama yang merupakan buah dari ibadah puasa itu, adalah untuk meningkatkan orang beriman menjadi bertakwa (Muttaqin), sebagaimana firman Allah SWT :
Artinya : Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu (Islam) agar kamu bertakwa (kepada Allah Swt.)(QS Al Baqarah : 183)
Menurut Ahmad Mustafa al-Maragi dalam kitabnya, Tafsir al-Maragi, beliau menafsirkan kata لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ, “sesungguhnya Allah SWT memfardhukan puasa kepada kamu agar kamu mempersiapkan diri untuk takut kepada Allah SWT, dengan meninggalkan keinginan– keinginan yang dibolehkan (memakannya) sebagai bukti melaksanakan perintah Allah Swt dengan mengharap pahala dari-Nya, dan meninggalkan keinginan kepada yang haram dengan disertai kesabaran.
Dalam sebuah hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda:
Artinya : … puasa itu separuh dari kesabaran …
Ibadah puasa adalah salah satu sarana penghambaan. Ada empat komponen penting berhubungan dengan ibadah puasa, yaitu ibadah puasa pelakunya orang-orang beriman, ibadah puasa Ramadan bersifat wajib, ibadah puasa sudah ada sebelum Islam atau telah dilakukan para nabi terdahulu, dan ibadah puasa dilakukan agar meraih ketaqwaan kepada Allah SWT.
Mengutip tausiyah H. Sarbin Sehe, Kakanwil Kemenag Sulut, tujuan ibadah puasa Ramadan dapat dimaknai sebagai berikut :
يآاَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَي الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ (البقرة : 183)
Artinya : Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu (Islam) agar kamu bertakwa (kepada Allah Swt.)(QS Al Baqarah : 183)
Menurut Ahmad Mustafa al-Maragi dalam kitabnya, Tafsir al-Maragi, beliau menafsirkan kata لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ, “sesungguhnya Allah SWT memfardhukan puasa kepada kamu agar kamu mempersiapkan diri untuk takut kepada Allah SWT, dengan meninggalkan keinginan– keinginan yang dibolehkan (memakannya) sebagai bukti melaksanakan perintah Allah Swt dengan mengharap pahala dari-Nya, dan meninggalkan keinginan kepada yang haram dengan disertai kesabaran.
Dalam sebuah hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda:
اَلصَّوْمُ نِصْفُ اْلصَّبْرِ ( رواه احمد)
Artinya : … puasa itu separuh dari kesabaran …
Tujuan Puasa Ramadan
Ayat Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 adalah dasar perintah melaksanakan ibadah puasa. Salah satu tujuan kehadiran manusia di bumi adalah untuk menjadi hamba yaitu beribadah kepada Allah SWT Ibadah puasa menjadi salah medium bagi seorang hamba beribadah kepada Allah SWT sesuai tujuan penciptaan.Ibadah puasa adalah salah satu sarana penghambaan. Ada empat komponen penting berhubungan dengan ibadah puasa, yaitu ibadah puasa pelakunya orang-orang beriman, ibadah puasa Ramadan bersifat wajib, ibadah puasa sudah ada sebelum Islam atau telah dilakukan para nabi terdahulu, dan ibadah puasa dilakukan agar meraih ketaqwaan kepada Allah SWT.
Mengutip tausiyah H. Sarbin Sehe, Kakanwil Kemenag Sulut, tujuan ibadah puasa Ramadan dapat dimaknai sebagai berikut :
1. Mencapai derajat takwa
Takwa adalah melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan Allah. Takwa adalah mengamalkan ketaatan kepada Allah dengan cahaya Allah (dalil), mengharap pahala dari Allah, meninggalkan maksiat dengan cahaya Allah (dalil), dan takut terhadap adzab Allah” (Siyar A’lamin Nubala, 8/175). Imam Al-Jurjani mendefinisikan, “Taqwa yaitu menjaga diri dari siksa Allah dengan mentaati-Nya. Yakni menjaga diri dari pekerjaan yang mengakibatkan siksa, baik dengan melakukan perbuatan atau meninggalkannya”. Takwa adalah pakaian orang beriman, selalu menjaga perkataan, perbuatan dari apa yang dilarangan Allah swt.2. Agar kita menjadi orang yang lebih taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
Ibadah puasa menjadikan seseorang lebih taat, lebih dekat dengan Allah SWT.3.Membersihkan jiwa manusia (tazkiyatun nafs) dengan ibadah puasa
Ibadah puasa akan mendorong jiwa hati mutmainnah bekerja maksimal melawan hati yang serakah (lauwamah). Ibadah puasa dapat mengalahkan syahwat yang merupakan sumber maksiat atau sumber perilaku kotor. Terlatih selama kurang lebih 30 hari mampu menahan diri dari perkara yang mubah (makan, minum, hubungan intim), maka diharapkan setelah itu, kita mampu menahan diri dari perkara yang haram dan keji.Lihat Juga :