Nasihat Imam Al-Ghazali usai Ramadan Pergi

Kamis, 10 April 2025 - 07:34 WIB
Imam Al Ghazali memberi nasihat indah kepada umat muslim ketika Ramadan telah pergi, dan memasuki bulan baru yakni Bulan Syawal. Foto ilustrasi/ist
Bulan Ramadan 1446 hijiriyah sudah kita tinggalkan, sekarang umat Islam memasuki bulan Syawal bulan kembali ke fitrah.

Imam Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali atau dikenal dengan Imam Al-Ghazali (1.058-1.111) memberi nasihat indah kepada umat muslim dalam kitab populernya Ihya 'Ulumiddin.

Berikut pesannya:

أن يكون قلبه بعد الإفطار معلقاً مضطرباً

بين الخوف والرجاء إذ ليس يدري أيقبل صومه فهو من المقربين أو يرد عليه فهو من الممقوتين؟ وليكن كذلك في آخر كل عبادة يفرغ منها


Artinya: "Setelah selesai berpuasa, tanamkanlah dalam hati antara rasa takut (khauf) dan harap (raja'). Karena seseorang tidak tahu, apakah puasanya diterima, sehingga termasuk hamba yang dekat dengan Allah."

"Atau sebaliknya puasanya ditolak, sehingga termasuk orang yang mendapat murka dari-Nya. Hendaklah setiap selesai

beribadah tanamkan rasa seperti itu." (Ihya 'Ulumiddin)

3 Tingkatan Puasa

Imam Al-Ghazali juga mengemukakan tingkatan orang berpuasa dalam Kitab Ihya 'Ulumuddin: "Ketahuilah, bahwa puasa ada tiga tingkatan: (1) Puasanya orang umum (kebanyakan), (2) Puasa orang khusus, dan (3) Puasa Khusus Al-Khusus.

1. Puasa Orang Umum

Sekadar menahan perut (dari makan dan minum) dan kemaluan dari dorongan syahwat atau keinginan berjimak. Tingkatan ini merupakan puasanya kelas awam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!