Ayat Al Quran tentang Nabi Isa yang Menjelaskan Jalan yang Lurus
Rabu, 02 April 2025 - 13:54 WIB
Sebagai seorang Rasul, Nabi Isa membawa banyak mukjizat yang menjadi bukti kekuasaan Allah di dunia. Al-Qur’an menegaskan bahwa ia adalah seorang nabi dan utusan Allah. Bahkan, ia disebut sebagai Al-Masih atau Mesias, sebagaimana yang juga dikenal dalam ajaran Kristiani. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah yang berbunyi, "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat dari-Nya, yaitu seorang putra bernama Al-Masih Isa putra Maryam. Ia terkemuka di dunia dan di akhirat serta termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah” (QS 3:45).
Istilah Mesias berasal dari bahasa Ibrani Ha-Mashiach, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebagai Christos. Banyak yang mengira bahwa hanya umat Kristiani yang meyakini Isa sebagai Kristus, tetapi dalam Islam, Nabi Isa juga diakui sebagai Kristus yang diutus oleh Allah untuk menjalankan misi tertentu.
Dalam perspektif Islam, Nabi Isa melanjutkan tugas para nabi sebelumnya dengan menyampaikan ajaran tauhid atau keesaan Allah. Ia menyerukan umatnya untuk beribadah hanya kepada Allah dan mengikuti hukum-hukum yang telah ditetapkan, meskipun terdapat beberapa perubahan dalam ajaran yang dibawanya.
Nabi Isa juga menegaskan bahwa dirinya membenarkan ajaran Taurat yang telah ada sebelumnya. Namun, ia juga membawa sejumlah perubahan terhadap beberapa ketentuan hukum. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, “Dan sebagai seorang yang membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan agar aku menghalalkan bagi kamu sebagian dari yang telah diharamkan untukmu. Dan aku datang kepadamu membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku” (QS 3:50).
Dengan demikian, Nabi Isa tetap mengikuti sebagian hukum yang ada dalam Taurat, tetapi juga membatalkan atau memodifikasi beberapa di antaranya sesuai dengan wahyu yang diterimanya. Ajaran yang dibawanya tetap berpegang teguh pada konsep tauhid, sebagaimana para nabi sebelumnya.
Dalam ajaran Islam, Nabi Isa dihormati sebagai utusan Allah yang memiliki tugas khusus dalam menyampaikan risalah-Nya kepada umat manusia. Keberadaannya dalam sejarah Islam bukan hanya sebagai seorang nabi, tetapi juga sebagai sosok yang akan memiliki peran penting pada akhir zaman sesuai dengan kepercayaan dalam eskatologi Islam.
Nabi Isa tetap menjadi salah satu figur yang sangat dihormati dalam Islam. Kisahnya dalam Al-Qur’an memberikan banyak pelajaran tentang keimanan, ketakwaan, dan ketaatan kepada Allah. Ia diutus untuk mengingatkan manusia agar selalu beribadah hanya kepada Allah dan mengikuti ajaran yang telah ditetapkan oleh-Nya.
Baca juga: Kisah Nabi Isa Mengadu kepada Allah karena Ya'juj dan Ma'juj
(wid)
Lihat Juga :