Saudah binti Zam'ah : Sosok Keindahan dan Kesetiaan Seorang Istri
Sabtu, 05 September 2020 - 17:46 WIB
Saudah tahu persis bagaimana cinta RasulullahShallallahu alaihi wa sallam kepada Aisyah. Dalam banyak kesempatan Saudah lebih sering mengalah dan memberikan harinya (gilirannya) kepada Aisyah dan juga memberi keluasan dalam hal mengatur urusan rumah tangga . Saudah juga selalu mengutamakan keridhaan Aisyah, bahkan tidak jarang harus begadang demi ketenangan Aisyah. Semua yang Saudah lakukan di usianya yang semakin senja tak lain hanya mengharapkan tetap menjadi istri Rasulullah SAW baik di dunia dan akhirat. Dan terus berharap agar kemuliaan sebagai istri Rasulullah Saw ini terus langgeng.
Begitulah Saudah yang lebih mendahulukan keridhaan suaminya yang mulia. Maka Rasulullah menerima keinginan istrinya yang memiliki perasaan halus tersebut, yang kemudian turunlah ayat Allah :
وَإِنِ ٱمْرَأَةٌ خَافَتْ مِنۢ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ أَن يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۚ وَٱلصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ وَأُحْضِرَتِ ٱلْأَنفُسُ ٱلشُّحَّ ۚ وَإِن تُحْسِنُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
"Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS An-Nisa 128)
(Baca juga : Susun Peta Jalan Industri Hasil Tembakau, Ini Gambaran Pentingnya )
Itulah sosok pribadi Saudah yang tidak henti-hentinya menjaga dan memelihara rumah tangga Rasulullah SAW dengan penuh keikhlasan dan keimanan sampai akhir hayatnya. Di samping akhlaknya yang mulia, Saudah juga termasuk orang yang gemar bersedekah. Saudah meninggal pada masa pemerintahan Umar bin Khathab radhiyallahu'anhu.
Walaupun sudah tiada tetapi keagungan dan kharisma Saudah pun masih membekas di hati Aisyah sehingga ia berharap ingin sepertinya. Semoga keteladanan yang ada pada diri Saudah sebagai cermin istri salihah bisa menjadi contoh dan juga diterapkan dalam rumah tangga perempuan muslimah di zaman sekarang. (Baca juga : Bupati Kepulauan Seribu: Kita Sekarang Tidak Jual Wisata yang Terlalu Tinggi, tapi Kita Menjual Sehat )
Wallahu A'lam
Begitulah Saudah yang lebih mendahulukan keridhaan suaminya yang mulia. Maka Rasulullah menerima keinginan istrinya yang memiliki perasaan halus tersebut, yang kemudian turunlah ayat Allah :
وَإِنِ ٱمْرَأَةٌ خَافَتْ مِنۢ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ أَن يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۚ وَٱلصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ وَأُحْضِرَتِ ٱلْأَنفُسُ ٱلشُّحَّ ۚ وَإِن تُحْسِنُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
"Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS An-Nisa 128)
(Baca juga : Susun Peta Jalan Industri Hasil Tembakau, Ini Gambaran Pentingnya )
Itulah sosok pribadi Saudah yang tidak henti-hentinya menjaga dan memelihara rumah tangga Rasulullah SAW dengan penuh keikhlasan dan keimanan sampai akhir hayatnya. Di samping akhlaknya yang mulia, Saudah juga termasuk orang yang gemar bersedekah. Saudah meninggal pada masa pemerintahan Umar bin Khathab radhiyallahu'anhu.
Walaupun sudah tiada tetapi keagungan dan kharisma Saudah pun masih membekas di hati Aisyah sehingga ia berharap ingin sepertinya. Semoga keteladanan yang ada pada diri Saudah sebagai cermin istri salihah bisa menjadi contoh dan juga diterapkan dalam rumah tangga perempuan muslimah di zaman sekarang. (Baca juga : Bupati Kepulauan Seribu: Kita Sekarang Tidak Jual Wisata yang Terlalu Tinggi, tapi Kita Menjual Sehat )
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :