Saudah binti Zam'ah : Sosok Keindahan dan Kesetiaan Seorang Istri
Sabtu, 05 September 2020 - 17:46 WIB
Saudah binti Zamah adalah sosok yang tidak henti-hentinya menjaga dan memelihara rumah tangga Rasulullah SAW dengan penuh keikhlasan dan keimanan sampai akhir hayatnya. Foto Ilustrasi/ist
Mungkin nama Saudah binti Zam’ah, tidak begitu sepopuler Khadijah dan Aisyah sebagai istri Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam. Namun, sosoknya selalu dikenang oleh Aisyah. Ummul mukminin Aisyah sangat terkesan akan keindahan kesetiaannya kepada Rasulullah, bahkan Aisyah pun berharap bisa menjadi ‘bajunya’ (penggantinya) di sisi Nabi yang mulia tersebut.
Aisyah berkata, "Tiada seorang perempuan pun yang paling aku sukai agar aku memiliki sifat seperti dia melebihi Saudah binti Zam'ah taktala berusia senja yang mana dia berkata,"Ya Rasulullah, aku hadiahkan kunjungan Anda kepadaku untuk Aisyah, hanya saja beliau berwatak keras." (HR Muslim)
(Baca juga : Agar Ketaatan Kepada Suami Terasa Ringan Dilakukan )
Begitu mulianya Saudah, sehingga dikagumi sosok Aisyah radhiyallahu'anha. Siapa sebenarnya Saudah binti Zam'ah ini, dan bagaimana kepribadiannya? Dikutip dari buku 'Mereka adalah Para Shahabiyat', inilah kisah Saudah binti Zam'ah :
Saudah binti Zam’ah bin Qais bin Abdi Syams bin Abud al-Qursyiyah al-Amiriyah, seorang perempuan yang berasal dari Bani Uday bin Najjar . Ia adalah perempuan pertama yang dinikahi Rasulullah setelah wafatnya Khadijah. Usianya bisa dikatakan telah memasuki usia senja ketika dinikahi Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
Rasulullah tentu tidak sembarangan dalam menikahi perempuan, yang dilakukannya tentunya sesuai dengan perintah Allah Subhanahu wa ta'ala, bukan berdasarkan nafsu semata. Allah juga yang telah memilih siapa-siapa saja yang akan menjadi istri Rasulullah RasulullahShallallahu alaihi wa sallamsepeninggal Khadijah.
(Baca juga : Kapankah Perempuan Boleh Memakai Parfum? )
Sebelum menikah dengan Rasulullah, Saudah ditinggal suami tercintanya, as-Sakar bin Amru saudara dari Suhail bin Amru pada saat sama-sama hijrah ke Habasyah. Kesedihan yang sangat mendalam tentunya dialami Saudah di tengah-tengah penderitaan hijrahnya. Kondisi inilah merupakan salah satu faktor penyebab pernikahan Rasulullah dengannya.
Sebelum menikahi Saudah, Khaulah binti Hakiim mengusulkan Aisyah binti Shiddiq sebagai calon istri yang akan menggantikan Khadijah. Namun, pada saat itu usia Aisyah masih belia maka lamaran itu ditunda sampai Aisyah tumbuh dewasa. Untuk itu diutuslah Khaulah binti Hakiim untuk melamar Saudah. Sambil menanti hingga Aisyah cukup umur maka Saudah-lah yang mendampingi RasulullahShallallahu alaihi wa sallam dan merawat putri-putrinya serta yang mengurusi segala urusan rumah tangganya selama lebih dari tiga tahun sebelum kedatangan Aisyah sebagai istri baru Rasulullah.
(Baca juga : Kedepankan Ilmu, Santri Diminta Responsif Perubahan Sosial Keagamaan )
Aisyah berkata, "Tiada seorang perempuan pun yang paling aku sukai agar aku memiliki sifat seperti dia melebihi Saudah binti Zam'ah taktala berusia senja yang mana dia berkata,"Ya Rasulullah, aku hadiahkan kunjungan Anda kepadaku untuk Aisyah, hanya saja beliau berwatak keras." (HR Muslim)
(Baca juga : Agar Ketaatan Kepada Suami Terasa Ringan Dilakukan )
Begitu mulianya Saudah, sehingga dikagumi sosok Aisyah radhiyallahu'anha. Siapa sebenarnya Saudah binti Zam'ah ini, dan bagaimana kepribadiannya? Dikutip dari buku 'Mereka adalah Para Shahabiyat', inilah kisah Saudah binti Zam'ah :
Saudah binti Zam’ah bin Qais bin Abdi Syams bin Abud al-Qursyiyah al-Amiriyah, seorang perempuan yang berasal dari Bani Uday bin Najjar . Ia adalah perempuan pertama yang dinikahi Rasulullah setelah wafatnya Khadijah. Usianya bisa dikatakan telah memasuki usia senja ketika dinikahi Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
Rasulullah tentu tidak sembarangan dalam menikahi perempuan, yang dilakukannya tentunya sesuai dengan perintah Allah Subhanahu wa ta'ala, bukan berdasarkan nafsu semata. Allah juga yang telah memilih siapa-siapa saja yang akan menjadi istri Rasulullah RasulullahShallallahu alaihi wa sallamsepeninggal Khadijah.
(Baca juga : Kapankah Perempuan Boleh Memakai Parfum? )
Sebelum menikah dengan Rasulullah, Saudah ditinggal suami tercintanya, as-Sakar bin Amru saudara dari Suhail bin Amru pada saat sama-sama hijrah ke Habasyah. Kesedihan yang sangat mendalam tentunya dialami Saudah di tengah-tengah penderitaan hijrahnya. Kondisi inilah merupakan salah satu faktor penyebab pernikahan Rasulullah dengannya.
Sebelum menikahi Saudah, Khaulah binti Hakiim mengusulkan Aisyah binti Shiddiq sebagai calon istri yang akan menggantikan Khadijah. Namun, pada saat itu usia Aisyah masih belia maka lamaran itu ditunda sampai Aisyah tumbuh dewasa. Untuk itu diutuslah Khaulah binti Hakiim untuk melamar Saudah. Sambil menanti hingga Aisyah cukup umur maka Saudah-lah yang mendampingi RasulullahShallallahu alaihi wa sallam dan merawat putri-putrinya serta yang mengurusi segala urusan rumah tangganya selama lebih dari tiga tahun sebelum kedatangan Aisyah sebagai istri baru Rasulullah.
(Baca juga : Kedepankan Ilmu, Santri Diminta Responsif Perubahan Sosial Keagamaan )
Lihat Juga :