Khotbah Jumat : Wafat Isa Almasih bagi Umat Islam
Kamis, 17 April 2025 - 16:15 WIB
Sebaliknya, Islam tidak mengenal konsep dosa warisan. Dalam Islam, setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:
"Kullu mauludin yuuladu 'alal fithrah"
Yang artinya: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci)."
Baca juga: Mengenal 12 Murid Nabi Isa Alaihissalam, Siapa Saja?
Jamaah yang berbahagia,
Umat Kristiani juga meyakini bahwa setelah wafat di kayu salib, Yesus bangkit kembali pada hari ketiga, yang dikenal sebagai Hari Paskah. Lantas bagaimana pandangan Islam terhadap keyakinan tersebut? Para mufassir sepakat bahwa Nabi Isa tidak disalib. Sosok yang disalib, menurut Al-Qur’an, hanyalah orang yang diserupakan dengannya. Beberapa ulama berpendapat bahwa yang diserupakan itu adalah Yudas Iskariot.
Namun, terkait wafat atau tidaknya Nabi Isa, para mufassir memiliki perbedaan pendapat. Perbedaan ini bersumber dari penafsiran terhadap ayat dalam Surah Ali Imran ayat 55, Al-Ma’idah ayat 117, dan An-Nisa ayat 159. Perbedaan utamanya terletak pada makna kata "mutawaffika" dalam Surah Ali Imran ayat 55:
"Inni mutawaffika wa raafi’uka ilayya..."
Artinya: "Sesungguhnya Aku mewafatkanmu dan mengangkatmu kepada-Ku..."
Sebagian ulama, seperti Buya Hamka, Muhammad Abduh, dan Sayyid Rasyid Ridha menafsirkan kata "mutawaffika" secara literal sebagai wafat. Mereka berpendapat bahwa Allah benar-benar telah mewafatkan Nabi Isa, dan pengangkatan yang dimaksud adalah pengangkatan derajat, bukan secara fisik.
Sementara itu, ulama lain seperti Ibnu Katsir, Ibnu Taimiyah, dan Al-Baidhawi memahami kata tersebut secara kontekstual sebagai "menidurkan." Dalam pandangan mereka, Nabi Isa belum wafat, melainkan diangkat ke langit dalam keadaan tidur dan akan kembali ke bumi menjelang hari kiamat.
"Kullu mauludin yuuladu 'alal fithrah"
Yang artinya: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci)."
Baca juga: Mengenal 12 Murid Nabi Isa Alaihissalam, Siapa Saja?
Jamaah yang berbahagia,
Umat Kristiani juga meyakini bahwa setelah wafat di kayu salib, Yesus bangkit kembali pada hari ketiga, yang dikenal sebagai Hari Paskah. Lantas bagaimana pandangan Islam terhadap keyakinan tersebut? Para mufassir sepakat bahwa Nabi Isa tidak disalib. Sosok yang disalib, menurut Al-Qur’an, hanyalah orang yang diserupakan dengannya. Beberapa ulama berpendapat bahwa yang diserupakan itu adalah Yudas Iskariot.
Namun, terkait wafat atau tidaknya Nabi Isa, para mufassir memiliki perbedaan pendapat. Perbedaan ini bersumber dari penafsiran terhadap ayat dalam Surah Ali Imran ayat 55, Al-Ma’idah ayat 117, dan An-Nisa ayat 159. Perbedaan utamanya terletak pada makna kata "mutawaffika" dalam Surah Ali Imran ayat 55:
"Inni mutawaffika wa raafi’uka ilayya..."
Artinya: "Sesungguhnya Aku mewafatkanmu dan mengangkatmu kepada-Ku..."
Sebagian ulama, seperti Buya Hamka, Muhammad Abduh, dan Sayyid Rasyid Ridha menafsirkan kata "mutawaffika" secara literal sebagai wafat. Mereka berpendapat bahwa Allah benar-benar telah mewafatkan Nabi Isa, dan pengangkatan yang dimaksud adalah pengangkatan derajat, bukan secara fisik.
Sementara itu, ulama lain seperti Ibnu Katsir, Ibnu Taimiyah, dan Al-Baidhawi memahami kata tersebut secara kontekstual sebagai "menidurkan." Dalam pandangan mereka, Nabi Isa belum wafat, melainkan diangkat ke langit dalam keadaan tidur dan akan kembali ke bumi menjelang hari kiamat.
Lihat Juga :