Keutamaan Malam Jumat dan Amalan-amalan yang Dianjurkan

Kamis, 06 November 2025 - 16:45 WIB
Orang-orang mukmin yang melakukan kegiatan ibadah dan kegiatan sosial di hari Jumat, akan memperoleh pahala yang lebih besar dibandingkan hari-hari lainnya.

Pernyataan tersebut telah diperkuat oleh hadis yang diriwayatkan oleh Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm, yang berbunyi:

بَلَغَنَا عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَإِنِّي أُبَلَّغُ وَأَسْمَعُ قَالَ وَيُضَعَّفُ فِيهِ الصَّدَقَةُ


Artinya : Telah sampai kepadaku dari Abdillah bin Abi Aufa bahwa Rasulullah bersabda, ‘Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari Jumat sesungguhnya shalawat itu tersampaikan dan aku dengar’. Nabi bersabda, ‘Dan di hari Jumat pahala bersedekah dilipatgandakan’. (Imam al-Syafi’i, al-Umm, juz 1, hal. 239).

9. Orang yang Wafat di Hari Jumat Dilindungi dari Fitnah Kubur

Orang-orang yang meninggal pada hari Jumat akan dilindungi oleh Allah SWT dari fitnah kubur. Jadi mereka akan dipermudah ketika berada di alam kubur, hal ini telah disampaikan oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan dalam sebuah hadis berikut ini:

Dari Abdullah bin Amru RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim meninggal di hari Jumat, kecuali Allah lindungi dari fitnah kubur. (HR Tirmizi 1074)

Syeikh Nashiruddin Al-Albani merupakan salah satu ulama yang menshahihkan hadis tersebut, sebagaimana yang tertera di dalam kitab Ahkamul-Janaiz pada halaman 49 hingga 50.

Keterangan di dalam hadis tersebut tidak menyebutkan seseorang yang mati di hari Jumat akan dibebaskan dari azab kubur.

Tapi melainkan Allah SWT akan melindungi orang tersebut dari fitnah kubur. Menurut Al Manawi orang tersebut tidak akan ditanya malaikat saat di dalam kubur, sementara menurut Imam Al Zayadi orang yang meninggal pada hari Jumat tetap ditanya malaikat.

Namun, akan diberikan kemudahan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada dirinya.

10. Waktu Terbaik untuk Akad Nikah

Keutamaan hari Jumat selanjutnya, yaitu menjadi waktu yang terbaik untuk melangsungkan akad nikah. Tidak hanya akad nikah, hari Jumat juga menjadi waktu terbaik untuk pria yang ingin melangsungkan khitbah atau lamaran.

Beberapa jumhur ulama seperti madzhab hanafiyah, malikiyah, syafi’iyah dan hanabilah, lebih menganjurkan untuk melangsungkan akad nikah pada hari Jumat.

Beberapa ulama salaf juga menganjurkan hal tersebut yang di antaranya adalah Samurah Ibnu Habib, Rasyid bin Said, dan Habib bin Utbah.

Amalan-amalan di Malam Jumat

Dikutip dari Kitab Mafatih Al-Jinan karya Syekh Abbas Al-Qummi Bab Pertama pasal Keempat, berikut amalan malam Jumat (Kamis malam) sangat banyak macamnya, di antaranya:

1. Banyak membaca Tasbih dan Selawat

Bacalah subhânallâhi wal hamdulillâhi wa lâ ilâha illâhu wallâhu akbar dan salawat (Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa âli Muhammad).

Dalam sebuah hadis disebutkan, “Malam Jumat berlimpah cahaya dan siang harinya terang-benderang (oleh cahaya spiritual). Perbanyaklah membaca subhânallâhi wal hamdulillâhi wa lâ ilâha illâhu wallâhu akbar dan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.”

Sementara selawat yang harus dibaca di malam ini minimal 100 kali. Jika lebih banyak dari itu, maka lebih baik. Adapun waktu membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarga beliau as disunahkan setelah melaksanakan shalat Ashar pada hari Kamis hingga akhir hari Jumat. Adapun Bacaan shalawat yang disunahkan antara lain:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ عَجِّلْ فَرَجَهُمْ وَ أَهْلِكْ عَدُوَّهُمْ مِنَ الْجِنِّ وَ الْإِنْسِ مِنَ الْأَوَّلِيْنَ وَ الْآخِرِيْنَ


Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Muhammad dan keluarganya, segerakanlah kemunculan mereka, dan musnahkanlah musuh-musuh mereka, dari jin maupun manusia, dari makhluk-makhluk terdahulu hingga sekarang

Dianjurkan juga di Kamis sore untuk membaca istighfar berikut ini:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ خَاضِعٍ مِسْكِيْنٍ مُسْتَكِيْنٍ لاَ يَسْتَطِيْعُ لِنَفْسِهِ صَرْفًا وَ لاَ عَدْلاً وَ لاَ نَفْعًا وَ لاَ ضَرًّا وَ لاَ حَيَاةً وَ لاَ مَوْتًا وَ لاَ نُشُوْرًا وَ صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عِتْرَتِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ الْأَخْيَارِ الْأَبْرَارِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا


Aku mohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Zat Yang Mahahidup dan Mahategar, dan aku bertaubat kepada-Nya, taubat seorang hamba yang hina, papa dan lemah, tidak mampu menepis (kejelekan) dari dirinya, berbuat adil (untuk dirinya), (mendatangkan) keuntungan dan bahaya, kehidupan dan kematian (bagi dirinya), serta (menyelamatkan dirinya) pada hari kebangkitan, semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan kesejahteraan atas Muhammad dan keluarganya yang suci.

2. Membaca surah-surah al-Quran

Seperti surat Bani Israil (al-Isrâ), al-Kahfi, al-Qashah, an-Naml, asy-Syu’arâ, Alif Lâm Mîm Sajdah, Yâsîn, Shâd, al-Ahqâf, al-Wâqi’ah, Hâ` Mîm Sajdah, ad-Dukhân, ath-Thûr, al-Qamar, dan al-Jumu’ah. Membaca surah-surah tersebut memiliki faedah dan pahala yang tak terhingga. Jika kesempatan tidak mengizinkan, dianjurkan untuk membaca surah al-Wâqi’ah dan surah-surah yang telah disebutkan pada urutan sebelumnya (di atas).

Imam al-Ghazali salah satunya. Dalam kitab Bidayatul Hidayah-nya, Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa dianjurkan membaca beberapa surat pada malam hari jumat.

ويستحب في هذا اليوم أو في ليلته أن يصلى أربع ركعات بأربع سور: سورة الانعام، والكهف، وطه، ويس، فإن لم تقدر فسورة يس والدخان، و (الم) السجدة، وسورة الملك
.

“Disunnahkan pada hari jumat atau pada malamnya, untuk melakukan shalat empat rakaat dengan membaca surat-surat berikut: Surat al-An’am, al-Kahf, Taha dan surat Yaasin. Jika tidak mampu maka bisa hanya dengan membaca surat Yasin dan ad-Dukhan, alif laam mimm as-Sajadah dan surat al-Mulk”

Dalam sebuah hadis disebutkan, “Sesiapa membaca surah al-Jumu’ah di setiap malam Jumat, maka surah itu akan menjadi kaffârah (penjamin)-nya hingga hari Jumat berikutnya (tiba).” Keutamaan ini juga akan diberikan kepada orang yang membaca surah al-Kahfi di setiap malam Jumat. Begitu juga, jika ia membacanya setelah shalat Zhuhur dan Ashar pada hari Jumat.

3. Membaca surah al-Jumu’ah pada rakaat pertama salat Maghrib dan Isya, membaca membaca surah al-Ikhlâsh pada rakaat kedua salat Maghrib, dan surah al-A’lâ pada rakaat kedua salat Isya.

4. Meninggalkan pembacaan sya’ir.

Dalam sebuah hadis sahih Imam Ja’far Shadiq as berkata, “Dimakruhkan membaca syair bagi orang yang sedang berpuasa, sedang menjalankan ihram, di daerah Haram, pada malam Jumat, dan di malam hari.” Perawi bertanya, “Meskipun syair yang mengandung kebenaran?” “Meskipun syair yang mengandung kebenaran!” jawab beliau.

Dalam sebuah hadis mu’tabar diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sesiapa membaca syair di malam atau siang hari Jumat, pada hari itu, ia tidak akan mendapatkan pahala kecuali kelelahan membacanya.” Dalam sebuah hadis mu’tabar yang lain, “Pada hari itu, shalatnya tidak akan dikabulkan.”

5.Memperbanyak doa yang sering dilakukan oleh Sayidah Fathimah Zahra as.

Dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa sesiapa memintakan ampun untuk sepuluh orang saudara seimannya, ia pasti mendapatkan surga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!