10 Kultum Singkat tentang Bersyukur dari Berbagai Tema, Bisa Dijadikan Referensi
Selasa, 20 Mei 2025 - 10:15 WIB
Bisa saja satu ditambah satu menjadi sebelas, atau bahkan menjadi nol. Ada yang menggelontorkan modal besar tapi tak mendapatkan hasil yang diharapkan, namun ada juga yang dengan usaha sederhana justru rezekinya mengalir tanpa henti. Inilah misteri rezeki yang hanya diketahui oleh Allah SWT.
Tak jarang pula kita melihat orang bekerja keras dari pagi hingga malam, bahkan mengorbankan ibadah wajib seperti shalat, namun kehidupannya tetap sulit. Sebaliknya, ada yang menjalani hidup dengan seimbang, tetap menjaga kewajiban kepada Allah, namun mendapatkan rezeki yang cukup dan penuh keberkahan.
Hal ini mengajarkan kita bahwa rezeki tidak akan pernah tertukar. Setiap orang telah ditetapkan bagian rezekinya masing-masing oleh Allah SWT. Tugas kita hanyalah berusaha dengan cara yang baik dan tetap berdoa, sambil yakin bahwa Allah Maha Mengetahui siapa yang layak menerima rezeki dan dalam kadar berapa.
Sebagaimana firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 37:
"Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya tanpa batas."
Penutup
Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat untuk selalu bersyukur atas apa pun yang telah diberikan oleh Allah SWT. Semoga kita semua termasuk dalam golongan hamba-Nya yang pandai bersyukur dan menerima segala ketetapan-Nya dengan lapang dada.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang bertakwa dan bersyukur.
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Salah satu sikap utama yang sangat ditekankan dalam Islam adalah bersyukur. Syukur bukan sekadar ucapan "Alhamdulillah", tetapi juga mencakup pengakuan dalam hati, ungkapan dengan lisan, dan perbuatan nyata melalui amal kebaikan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 7:
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu kufur (mengingkari nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'"
Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa bersyukur adalah sebab ditambahkannya nikmat, sedangkan kufur nikmat akan mengundang azab Allah yang pedih.
Bersyukur juga merupakan tanda penghambaan sejati kepada Allah SWT. Dalam banyak kisah para nabi, kita mendapati bahwa mereka semua adalah hamba-hamba yang senantiasa bersyukur, bahkan dalam kondisi sulit sekalipun.
Nabi Muhammad SAW sendiri, walaupun sudah dijamin ampunan oleh Allah, tetap menunaikan shalat malam hingga kakinya bengkak. Ketika ditanya oleh Aisyah RA tentang hal tersebut, beliau menjawab:
"Afala akunu ‘abdan syakura?"
"Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang bersyukur?"
Allahu Akbar, betapa besar keinginan Rasulullah untuk menjadi pribadi yang bersyukur, meskipun beliau telah dijamin surga.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat, nikmat, serta hidayah-Nya kita dapat berkumpul di tempat yang Insyaallah mulia ini.
Kedua kalinya tak lupa shalawat serta salam kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah ke zaman islamiyah seperti yang sekarang ini.
Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan kultum tentang Bersyukur. Syukur yang sebagaimana telah dijabarkan oleh Ibnu Qayyim: Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat.
Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah. Kita sebagai manusia ciptaan Allah SWT harus selalu senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT baik itu berupa nikmat yang kecil maupun nikmat yang besar.
Tanpa kita sadari setiap harinya kita selalu menerima nikmat dari Allah SWT seperti nikmat berupa nikmat islam, nikmat kesehatan, dan nikmat kita telah diberikan anggota tubuh yang lengkap dan sempurna seperti yang dijelaskan dalam Surat An Nahl ayat 78, yang artinya:
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur."
Adapun cara agar kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT adalah seperti yang dijelaskan dalam hadis berikut:
"Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu." (HR Bukhari dan Muslim).
Selain itu Syukur juga memiliki berbagai macam manfaat yaitu:
- Kita dapat dijauhkan dari azab Allah SWT
- Dengan bersyukur Allah SWT dapat memberikan ridhonya kepada kita
- Dengan bersyukur kita dapat mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Kesimpulan dari kultum ini adalah syukur merupakan suatu bentuk ibadah dan sekaligus bentuk ketaatan kita atas perintah Allah SWT.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Segala puji hanya bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Tak terhitung nikmat yang telah diberikan kepada kita—begitu banyak hingga sering kali tak kita sadari keberadaannya, bahkan terkadang kita abaikan.
Saudaraku yang dirahmati Allah, coba kita luangkan waktu sejenak untuk merenung. Pernahkah kita menghitung berapa banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita sepanjang hidup? Apakah ratusan, ribuan, atau bahkan tak terhingga? Pada kenyataannya, mustahil bagi kita untuk mengkalkulasinya secara pasti. Dalam satu menit saja, begitu banyak nikmat besar yang kita rasakan—mulai dari napas yang lancar, tubuh yang sehat, hingga nikmat iman dan Islam yang tak ternilai harganya.
Hari ini, kita masih bisa berkumpul dalam keadaan sehat wal afiat, duduk nyaman bersama keluarga atau saudara seiman, melihat dunia dengan jelas, mendengar suara dengan baik, serta masih memiliki rezeki untuk memenuhi kebutuhan esok hari. Semua itu adalah bagian dari nikmat Allah yang mengalir tiada henti. Oleh karena itu, sudah semestinya kita sebagai hamba-Nya menunjukkan rasa syukur atas segala anugerah tersebut.
Lalu, seperti apa wujud rasa syukur yang sejati? Tak hanya dengan mengucapkan Alhamdulillah, bersyukur juga berarti menggunakan nikmat yang diberikan Allah SWT untuk tujuan-tujuan kebaikan. Contohnya, apabila kita memiliki penglihatan yang sehat, maka gunakanlah untuk membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu, atau menyaksikan keindahan ciptaan-Nya, bukan sebaliknya.
Jemaah yang dimuliakan Allah, mari kita menjadi hamba-hamba yang senantiasa bersyukur. Dengan mempergunakan setiap nikmat yang kita miliki dalam kebaikan, niscaya Allah akan menambahkan nikmat-Nya kepada kita, sebagaimana janji-Nya dalam Al-Qur’an. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Baca juga: 5 Contoh Kultum Singkat tentang Jujur
Tak jarang pula kita melihat orang bekerja keras dari pagi hingga malam, bahkan mengorbankan ibadah wajib seperti shalat, namun kehidupannya tetap sulit. Sebaliknya, ada yang menjalani hidup dengan seimbang, tetap menjaga kewajiban kepada Allah, namun mendapatkan rezeki yang cukup dan penuh keberkahan.
Hal ini mengajarkan kita bahwa rezeki tidak akan pernah tertukar. Setiap orang telah ditetapkan bagian rezekinya masing-masing oleh Allah SWT. Tugas kita hanyalah berusaha dengan cara yang baik dan tetap berdoa, sambil yakin bahwa Allah Maha Mengetahui siapa yang layak menerima rezeki dan dalam kadar berapa.
Sebagaimana firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 37:
"Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya tanpa batas."
Penutup
Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat untuk selalu bersyukur atas apa pun yang telah diberikan oleh Allah SWT. Semoga kita semua termasuk dalam golongan hamba-Nya yang pandai bersyukur dan menerima segala ketetapan-Nya dengan lapang dada.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
8. Bersyukur bentuk Penghambaan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi WabarakatuhMa’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang bertakwa dan bersyukur.
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Salah satu sikap utama yang sangat ditekankan dalam Islam adalah bersyukur. Syukur bukan sekadar ucapan "Alhamdulillah", tetapi juga mencakup pengakuan dalam hati, ungkapan dengan lisan, dan perbuatan nyata melalui amal kebaikan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 7:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu kufur (mengingkari nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'"
Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa bersyukur adalah sebab ditambahkannya nikmat, sedangkan kufur nikmat akan mengundang azab Allah yang pedih.
Bersyukur juga merupakan tanda penghambaan sejati kepada Allah SWT. Dalam banyak kisah para nabi, kita mendapati bahwa mereka semua adalah hamba-hamba yang senantiasa bersyukur, bahkan dalam kondisi sulit sekalipun.
Nabi Muhammad SAW sendiri, walaupun sudah dijamin ampunan oleh Allah, tetap menunaikan shalat malam hingga kakinya bengkak. Ketika ditanya oleh Aisyah RA tentang hal tersebut, beliau menjawab:
"Afala akunu ‘abdan syakura?"
"Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang bersyukur?"
Allahu Akbar, betapa besar keinginan Rasulullah untuk menjadi pribadi yang bersyukur, meskipun beliau telah dijamin surga.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
9. Manfaat Bersyukur
Assalamu'alaikum Warahmatullahi WabarakatuhPertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat, nikmat, serta hidayah-Nya kita dapat berkumpul di tempat yang Insyaallah mulia ini.
Kedua kalinya tak lupa shalawat serta salam kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah ke zaman islamiyah seperti yang sekarang ini.
Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan kultum tentang Bersyukur. Syukur yang sebagaimana telah dijabarkan oleh Ibnu Qayyim: Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat.
Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah. Kita sebagai manusia ciptaan Allah SWT harus selalu senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT baik itu berupa nikmat yang kecil maupun nikmat yang besar.
Tanpa kita sadari setiap harinya kita selalu menerima nikmat dari Allah SWT seperti nikmat berupa nikmat islam, nikmat kesehatan, dan nikmat kita telah diberikan anggota tubuh yang lengkap dan sempurna seperti yang dijelaskan dalam Surat An Nahl ayat 78, yang artinya:
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur."
Adapun cara agar kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT adalah seperti yang dijelaskan dalam hadis berikut:
"Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu." (HR Bukhari dan Muslim).
Selain itu Syukur juga memiliki berbagai macam manfaat yaitu:
- Kita dapat dijauhkan dari azab Allah SWT
- Dengan bersyukur Allah SWT dapat memberikan ridhonya kepada kita
- Dengan bersyukur kita dapat mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Kesimpulan dari kultum ini adalah syukur merupakan suatu bentuk ibadah dan sekaligus bentuk ketaatan kita atas perintah Allah SWT.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
10. Kultum Tentang Bersyukur
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Segala puji hanya bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Tak terhitung nikmat yang telah diberikan kepada kita—begitu banyak hingga sering kali tak kita sadari keberadaannya, bahkan terkadang kita abaikan.
Saudaraku yang dirahmati Allah, coba kita luangkan waktu sejenak untuk merenung. Pernahkah kita menghitung berapa banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita sepanjang hidup? Apakah ratusan, ribuan, atau bahkan tak terhingga? Pada kenyataannya, mustahil bagi kita untuk mengkalkulasinya secara pasti. Dalam satu menit saja, begitu banyak nikmat besar yang kita rasakan—mulai dari napas yang lancar, tubuh yang sehat, hingga nikmat iman dan Islam yang tak ternilai harganya.
Hari ini, kita masih bisa berkumpul dalam keadaan sehat wal afiat, duduk nyaman bersama keluarga atau saudara seiman, melihat dunia dengan jelas, mendengar suara dengan baik, serta masih memiliki rezeki untuk memenuhi kebutuhan esok hari. Semua itu adalah bagian dari nikmat Allah yang mengalir tiada henti. Oleh karena itu, sudah semestinya kita sebagai hamba-Nya menunjukkan rasa syukur atas segala anugerah tersebut.
Lalu, seperti apa wujud rasa syukur yang sejati? Tak hanya dengan mengucapkan Alhamdulillah, bersyukur juga berarti menggunakan nikmat yang diberikan Allah SWT untuk tujuan-tujuan kebaikan. Contohnya, apabila kita memiliki penglihatan yang sehat, maka gunakanlah untuk membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu, atau menyaksikan keindahan ciptaan-Nya, bukan sebaliknya.
Jemaah yang dimuliakan Allah, mari kita menjadi hamba-hamba yang senantiasa bersyukur. Dengan mempergunakan setiap nikmat yang kita miliki dalam kebaikan, niscaya Allah akan menambahkan nikmat-Nya kepada kita, sebagaimana janji-Nya dalam Al-Qur’an. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Baca juga: 5 Contoh Kultum Singkat tentang Jujur
(wid)
Lihat Juga :