Sejarah Perang dalam Islam dan Turunnya Ayat Perintah Jihad!
Selasa, 17 Juni 2025 - 20:10 WIB
Artinya: "Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha kuasa menolong mereka itu. (Yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata, 'Tuhan kami hanyalah Allah.' Dan sekiranya Allah tidak menolak sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa." (QS Al-Hajj: 39-40).
Maksudnya, Allah menghalalkan perang kepada mereka, karena mereka telah dizalimi. Setelah itu, Allah menurunkan ayat yang artinya: "Dan perangilah mereka, sehingga tidak ada fitnah lagi." (QS Al-Baqarah ayat 193)
Baca juga: Benarkah Perang Dunia ke-3 akan Menjadi Pertempuran Akhir Zaman?
Selama 13 tahun di Makkah, Allah membela orang beriman dengan menguatkan hati mereka untuk bersabar menghadapi hinaan, boikot, pengusiran dan pembunuhan yang dilakukan orang-orang kafir. Ayat ini memperbolehkan kaum muslim berjihad memerangi orang-orang kafir kala itu.
Sebenarnya Allah Maha Kuasa membela dan memenangkan orang-orang beriman tanpa melakukan perang. Akan tetapi Allah hendak menguji hati hamba-Nya yang mukmin, sampai di mana ketabahan mereka menghadapi cobaan-cobaan Allah. Sampai di mana ketaatan dan kepatuhan mereka melaksanakan perintah-perintah Allah.
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menjadikan untuk kalian saudara-saudara dan negeri yang kalian merasa aman di dalamnya."
Kemudian kaum Muslimin Mekkah hijrah ke Madinah kelompok per kelompok. Rasulullah SAW menetap di Mekkah menunggu izin (wahyu dari Allah) untuk berangkat Hijrah dari Mekkah ke Madinah. Akhirnya Rasulullah SAW dan para sahabat bersama-sama hijrah ke Madinah.
Perang Al-Abwa atau Waddan merupakan pertempuran pertama pasukan Muslim dan Nabi Muhammad SAW yang menyebabkan terjadinya Perang Badar pada 17 Ramadan Tahun ke-2 Hijriah. Perang ini bermula dari kesalahpahaman kafilah dagang kaum kafir Mekkah sehingga menyulut pertempuran dengan pasukan muslim.
Maksudnya, Allah menghalalkan perang kepada mereka, karena mereka telah dizalimi. Setelah itu, Allah menurunkan ayat yang artinya: "Dan perangilah mereka, sehingga tidak ada fitnah lagi." (QS Al-Baqarah ayat 193)
Baca juga: Benarkah Perang Dunia ke-3 akan Menjadi Pertempuran Akhir Zaman?
Selama 13 tahun di Makkah, Allah membela orang beriman dengan menguatkan hati mereka untuk bersabar menghadapi hinaan, boikot, pengusiran dan pembunuhan yang dilakukan orang-orang kafir. Ayat ini memperbolehkan kaum muslim berjihad memerangi orang-orang kafir kala itu.
Sebenarnya Allah Maha Kuasa membela dan memenangkan orang-orang beriman tanpa melakukan perang. Akan tetapi Allah hendak menguji hati hamba-Nya yang mukmin, sampai di mana ketabahan mereka menghadapi cobaan-cobaan Allah. Sampai di mana ketaatan dan kepatuhan mereka melaksanakan perintah-perintah Allah.
Kaum Muslimin Makkah Diizinkan Hijrah ke Madinah
Ibnu Ishaq berkata, ketika Allah mengizinkan Rasulullah SAW berperang, kaum Anshar Madinah masuk Islam dan menolong beliau dan pengikutnya serta melindungi kaum Muslimin yang datang ke Madinah. Ralulullah SAW pun memerintahkan sahabatnya di Mekkah untuk hijrah ke Madinah dan bergabung dengan kaum Anshar Madinah.Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menjadikan untuk kalian saudara-saudara dan negeri yang kalian merasa aman di dalamnya."
Kemudian kaum Muslimin Mekkah hijrah ke Madinah kelompok per kelompok. Rasulullah SAW menetap di Mekkah menunggu izin (wahyu dari Allah) untuk berangkat Hijrah dari Mekkah ke Madinah. Akhirnya Rasulullah SAW dan para sahabat bersama-sama hijrah ke Madinah.
Perang Al-Abwa atau Waddan merupakan pertempuran pertama pasukan Muslim dan Nabi Muhammad SAW yang menyebabkan terjadinya Perang Badar pada 17 Ramadan Tahun ke-2 Hijriah. Perang ini bermula dari kesalahpahaman kafilah dagang kaum kafir Mekkah sehingga menyulut pertempuran dengan pasukan muslim.
Lihat Juga :