Sebab-sebab Dibolehkannya Berperang dalam Pandangan Islam, Simak di Sini!
Jum'at, 13 Juni 2025 - 08:36 WIB
loading...
Perang pecah, Israel bombardir rumah para pejabat militer dan politik Iran di Teheran, Islam memandang perang diperbolehkan sebagai bentuk perlindungan atau respons pembelaan diri, bukan sebagai pemicu perang.. Foto/Iran International
A
A
A
Perang kembali meletus, Israel dan Iran menegaskan kondisi tersebut saat ini. Mengapa perang bisa terjadi? Bagaimana pandangan Islam tentang peperangan ini?
Dalam Islam, perang ternyata merupakan salah satu syariat yang diatur dalamAl-Qur'anmaupun Hadis Nabi. Ada banyak ayat Al-Qur'an yang menerangkan tentangperang .Namun perlu diingat, ayat-ayat perang tersebut perlu dilihat konteks historisnya.
Perang dalam Islam harus dibingkai dalam bentuk fii Sabilillah . Sebab,Nabi Muhammad Shalalallahu Alaihi Wassalam berperang tujuannya untuk menegakkan kalimat Allah dan berjihad atas perintah Allah. Bukan karena kebencian atau didasari nafsu syahwat.
Tidak ada ditemukan dalam Al-Qur'an, Hadis maupun fakta sejarah bahwa Islam disebar dengan pedang.Islamadalah agama kedamaian, yang dengan kedamaian itulah manusia berbondong-bondong memeluk Islam.
Dilansir dari Jurnal berjudul "Teks dan Konteks Perang dalam Al-Qur'an (Sebuah Pendekatan Sirah Nabawiyyah dan Hadis)" karya Syahidin, dosen FUAD IAIN Bengkulu menjelaskan beberapa sebab diizinkannyaperang dalam Islam.
2. Sesuai dengan tuntutan untuk mempertahankan yang hak dan mencegah yang batil demi terciptanya keharmonisan dan lenyapnya kesewenangan.
Untuk menguatkan pendirian orang-orang yang ingin berbuat kebaikan agar tetap berpegang teguh kepada akidah dan tetap menjalankan ibadah.
4. Menjaga dakwah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dan kemerdekaan beragama.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an: "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS Al-Baqarah Ayat 190)
Dalam hal ini, ada dua kata kunci yang mesti diperhatikan dalam memahami ayat di atas. Pertama kalimat "orang-orang yang memerangi kamu". Kedua "janganlah kamu melampaui batas". Dua kalimat ini perlu digarisbawahi sebagai penyebab atau 'illat diperintahkannya berperang.
Dalam Islam, perang ternyata merupakan salah satu syariat yang diatur dalamAl-Qur'anmaupun Hadis Nabi. Ada banyak ayat Al-Qur'an yang menerangkan tentangperang .Namun perlu diingat, ayat-ayat perang tersebut perlu dilihat konteks historisnya.
Perang dalam Islam harus dibingkai dalam bentuk fii Sabilillah . Sebab,Nabi Muhammad Shalalallahu Alaihi Wassalam berperang tujuannya untuk menegakkan kalimat Allah dan berjihad atas perintah Allah. Bukan karena kebencian atau didasari nafsu syahwat.
Tidak ada ditemukan dalam Al-Qur'an, Hadis maupun fakta sejarah bahwa Islam disebar dengan pedang.Islamadalah agama kedamaian, yang dengan kedamaian itulah manusia berbondong-bondong memeluk Islam.
Dilansir dari Jurnal berjudul "Teks dan Konteks Perang dalam Al-Qur'an (Sebuah Pendekatan Sirah Nabawiyyah dan Hadis)" karya Syahidin, dosen FUAD IAIN Bengkulu menjelaskan beberapa sebab diizinkannyaperang dalam Islam.
Di Antara Sebab-sebab Bolehnya Berperang dalam Islam:
1. Umat Islam dianiaya dan dipaksa berhijrah ke luar kampung halaman mereka tanpa alasan yang dapat diterima.2. Sesuai dengan tuntutan untuk mempertahankan yang hak dan mencegah yang batil demi terciptanya keharmonisan dan lenyapnya kesewenangan.
Untuk menguatkan pendirian orang-orang yang ingin berbuat kebaikan agar tetap berpegang teguh kepada akidah dan tetap menjalankan ibadah.
4. Menjaga dakwah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dan kemerdekaan beragama.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an: "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS Al-Baqarah Ayat 190)
Dalam hal ini, ada dua kata kunci yang mesti diperhatikan dalam memahami ayat di atas. Pertama kalimat "orang-orang yang memerangi kamu". Kedua "janganlah kamu melampaui batas". Dua kalimat ini perlu digarisbawahi sebagai penyebab atau 'illat diperintahkannya berperang.
Lihat Juga :