Peran Ibu dalam Pendidikan, Pengantar Sukses Dunia Akhirat Bagi Anak
Kamis, 17 Juli 2025 - 11:08 WIB
“Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Al Ahzab: 33).
Baca juga: 10 Cara Berbakti kepada Ibu Sesuai Ajaran Islam
Wanita adalah pemimpin di rumah dalam hal mendidik anak-anaknya. Sedangkan suami adalah pengawas pendidikan istri dan anak-anaknya. Orang tua adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Pemimpin negara adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang wanita adalah pemimpin bagi anggota keluarga suaminya serta anak-anaknya dan ia akan ditanya tentang mereka. Seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sebaliknya, menurut Ustadz Abdul Somad sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk tunduk pada ibu.
Setiap anak harus menyenangkan hati ibunya. Menahan diri tak tak pernah melawan kepada ibu. Sebab ibu adalah orang yang telah berjuang bersimbah keringat dan darah, sampai hampir meregang nyawa untuk melahirkan anak-anaknya. Wallahu 'alam
Baca juga: Perlukah Pendidikan Seksual untuk Anak Menurut Islam?
Baca juga: 10 Cara Berbakti kepada Ibu Sesuai Ajaran Islam
Wanita adalah pemimpin di rumah dalam hal mendidik anak-anaknya. Sedangkan suami adalah pengawas pendidikan istri dan anak-anaknya. Orang tua adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
كلكم راع، وكلكم مسئول عن رعيته، فالأمير راع، وهو مسئول عن رعيته، والرجل راع على أهل بيته، وهو مسئول عنهم، والمرأة راعية على بيت بعلها وولده، وهي مسئولة عنهم، والعبد راع على مال سيده، وهو مسئول عنه، فكلكم راع مسئول عن رعيته
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Pemimpin negara adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang wanita adalah pemimpin bagi anggota keluarga suaminya serta anak-anaknya dan ia akan ditanya tentang mereka. Seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sebaliknya, menurut Ustadz Abdul Somad sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk tunduk pada ibu.
Setiap anak harus menyenangkan hati ibunya. Menahan diri tak tak pernah melawan kepada ibu. Sebab ibu adalah orang yang telah berjuang bersimbah keringat dan darah, sampai hampir meregang nyawa untuk melahirkan anak-anaknya. Wallahu 'alam
Baca juga: Perlukah Pendidikan Seksual untuk Anak Menurut Islam?
(wid)
Lihat Juga :