MABIMS Sepakati 8 Resolusi Falak, Indonesia Tuan Rumah Bimtek Hisab Rukyat 2026

Sabtu, 26 Juli 2025 - 08:36 WIB
“Dengan sistem ini, titik rukyat di berbagai negara akan terhubung dalam satu jaringan database. Hasil pengamatan bisa diakses dan dibandingkan, sehingga memperkuat akurasi verifikasi ilmiah,” ungkapnya.

Ismail juga mengungkapkan perlunya kajian mendalam mengenai teknik pengimejan hilal, terutama pada kondisi di bawah kriteria imkanur rukyat. “Resolusi ini membuka peluang riset lanjutan, misalnya bagaimana pengimejan dapat membantu mendeteksi hilal yang sangat tipis tanpa menyalahi prinsip rukyat syar’i,” jelasnya.

Selain itu, ia menyebut pengukuran elongasi hilal dengan pendekatan toposentrik dan geosentrik akan menjadi bahan penelitian bersama. "Perbedaan kedua pendekatan ini cukup signifikan pada hasil hisab. Kajian bersama akan membantu menyempurnakan metode yang digunakan," imbuhnya.

Ismail menambahkan, resolusi juga menekankan pentingnya penguatan kompetensi ahli falak melalui kerja sama lintas negara. “Bukan hanya pertukaran data, tapi juga bimbingan teknis, workshop, dan standardisasi metode perhitungan. Ini akan mengurangi disparitas pengetahuan antarnegara MABIMS,” katanya.

Ia berharap hasil muzakarah ini menjadi fondasi kuat bagi pengembangan ilmu falak yang lebih modern namun tetap berpijak pada syariat. “Dengan sinergi ini, kita bisa mengelola perbedaan penetapan awal bulan secara lebih ilmiah, arif, dan harmonis,” pungkasnya.
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!