Mengapa Islam Melarang Kaum Muslimah Memakai Parfum? Begini Alasannya
Sabtu, 26 Juli 2025 - 12:48 WIB
Dalam Islam, wangi dan harumnya tubuh seorang muslimah atau seorang istri justru tatkala di dalam rumah dan dipersembahkan untuk suaminya. Bukan malah ketika akan pergi keluar rumah, yang aromanya bisa dicium oleh semua orang. Foto ilustrasi/ist
Mengapa Islam melarang kaum muslimah memakai wangi-wangian atau parfum ketika keluar dari rumahnya? Apa dalilnya dan bagaimana penjelasannya?
Dalam Islam, wangi dan harumnya tubuh seorang muslimah atau seorang istri justru tatkala di dalam rumah dan dipersembahkan untuk suaminya. Bukan malah ketika akan pergi keluar rumah, yang aromanya bisa dicium oleh semua orang bahkan bisa membangkitkan syahwat para lelaki yang mencium aromanya.
Perhatikan sabda Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam berikut:
“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad)
Kenapa demikian? Karena Islam sangat menjunjung tinggi martabat muslimah . Allah Ta'ala dan RasulNya yang menentukan sendiri bagaimana Islam menjaga kaum muslimah ini. Dalam hal berbicara, berperilaku, hingga aturan berpakaian pun, Islam mengatur dengan detail terhadap pribadi muslimah. Hal ini demi menjaga kehormatan wanita , termasuk dalam hal memakai wangi-wangian untuk tubuhnya ini.
Al-Munawi rahimahullah dalam kitabnya "Faidhul Qadir' menjelaskan, wanita jika memakai parfum kemudian melewati majelis (sekumpulan) laki-laki maka ia bisa membangkitkan syahwat laki-laki dan mendorong mereka untuk melihat kepadanya. Setiap yang melihat kepadanya maka matanya telah berzina. Wanita tersebut mendapat dosa karena memancing pandangan kepadanya dan membuat hati laki-laki tidak tenang. Jadi, ia adalah penyebab zina mata dan ia termasuk pezina.” (Faidhul Qadir)
Islam memang tegas dalam hal ini, mengingat sangat besarnya fitnah wanita terhadap laki-laki. Bahkan jika sudah telanjur memakai parfum kemudian hendak ke masjid, sang wanita diperintahkan mandi agar tidak tercium bau semerbaknya. Padahal tujuan ke masjid adalah untuk beribadah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Perempuan manapun yang memakai parfum kemudian keluar ke masjid, maka salatnya tidak diterima sehingga ia mandi.” (Hadis riwayat Ahmad)
Baca juga: 3 Adab Berdandan yang Penting Diketahui Kaum Wanita
Lalu, kapan dan di mana kaum muslimah ini boleh memakai wewangian? Larangan muslimah menggunakan minyak wangi atau parfum tatkala keluar rumah sudah dijelaskan oleh para ulama. Bahkan, larangan itu berlaku bagi sang perempuan itu meski pergi ke masjid untuk beribadah. Maka, tentu lebih terlarang lagi jika sang perempuan pergi ke kantor, pasar, atau mal dengan memakai wewangian atau parfum.
Dalam Islam, wangi dan harumnya tubuh seorang muslimah atau seorang istri justru tatkala di dalam rumah dan dipersembahkan untuk suaminya. Bukan malah ketika akan pergi keluar rumah, yang aromanya bisa dicium oleh semua orang bahkan bisa membangkitkan syahwat para lelaki yang mencium aromanya.
Perhatikan sabda Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam berikut:
“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad)
Kenapa demikian? Karena Islam sangat menjunjung tinggi martabat muslimah . Allah Ta'ala dan RasulNya yang menentukan sendiri bagaimana Islam menjaga kaum muslimah ini. Dalam hal berbicara, berperilaku, hingga aturan berpakaian pun, Islam mengatur dengan detail terhadap pribadi muslimah. Hal ini demi menjaga kehormatan wanita , termasuk dalam hal memakai wangi-wangian untuk tubuhnya ini.
Al-Munawi rahimahullah dalam kitabnya "Faidhul Qadir' menjelaskan, wanita jika memakai parfum kemudian melewati majelis (sekumpulan) laki-laki maka ia bisa membangkitkan syahwat laki-laki dan mendorong mereka untuk melihat kepadanya. Setiap yang melihat kepadanya maka matanya telah berzina. Wanita tersebut mendapat dosa karena memancing pandangan kepadanya dan membuat hati laki-laki tidak tenang. Jadi, ia adalah penyebab zina mata dan ia termasuk pezina.” (Faidhul Qadir)
Islam memang tegas dalam hal ini, mengingat sangat besarnya fitnah wanita terhadap laki-laki. Bahkan jika sudah telanjur memakai parfum kemudian hendak ke masjid, sang wanita diperintahkan mandi agar tidak tercium bau semerbaknya. Padahal tujuan ke masjid adalah untuk beribadah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Perempuan manapun yang memakai parfum kemudian keluar ke masjid, maka salatnya tidak diterima sehingga ia mandi.” (Hadis riwayat Ahmad)
Baca juga: 3 Adab Berdandan yang Penting Diketahui Kaum Wanita
Lalu, kapan dan di mana kaum muslimah ini boleh memakai wewangian? Larangan muslimah menggunakan minyak wangi atau parfum tatkala keluar rumah sudah dijelaskan oleh para ulama. Bahkan, larangan itu berlaku bagi sang perempuan itu meski pergi ke masjid untuk beribadah. Maka, tentu lebih terlarang lagi jika sang perempuan pergi ke kantor, pasar, atau mal dengan memakai wewangian atau parfum.
Lihat Juga :