Islam Menganjurkan Kencing dengan Posisi Jongkok, Begini Alasannya
Sabtu, 26 Juli 2025 - 13:29 WIB
عَنْ أَنَسٍ , قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : تَنَزَّهُوا مِنَ الْبَوْلِ فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنْهُ
Artinya: "Dari Anas radhiyallahu 'anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersihkanlah diri dari air kencing. Karena sesungguhnya kebanyakan siksa kubur berasal darinya." (HR Ad-Daruquthni dalam Sunannya No 459)
Cara Buang Air Kecil Sesuai Sunnah
Ini Alasan Mengapa Islam Tidak Menganjurkan Kencing BerdiriNabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Kunci salat adalah bersuci, pembukanya adalah takbir, dan penutupnya adalah salam."
Agar bersih dari najis air kencing, Rasulullah SAW mengajarkan cara buang air kecil yang baik dan benar. Dari Suraqah bin Malik radhiyallahu 'anhu:
علمنا رسول الله - صلى الله عليه وسلم - في الخلاء أن نقعد على اليسرى, وننصب اليمنى. رواه البيهقي بسند ضعيف
Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajari kami agar di dalam WC, kami duduk di atas kaki kiri kami dan menegakkan kaki kanan." (HR Al-Baihaqi dengan sanad dha'if)
Baca juga: Hati-hati, Kencing di Tempat Sembarangan Ada Ancamannya
Hadis ini menerangkan posisi seorang saat kencing yaitu dengan posisi duduk (jongkok) di atas tungkai kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Tujuannya agar air kencing yang tersisa tuntas.
Imam Al-Ghazali dalam Kitab Bidayatul Hidayah menerangkan: "Hendaknya kamu menuntaskan air kencing dengan berdehem dan disentil sebanyak tiga kali, serta mengurutkan tangan kiri dari bagian bawah batang kemaluan."