4 Jenis Fitnah dan Problema Hidup Manusia yang Digambarkan dalam Surat Al Kahfi, Simak Ya!

Rabu, 30 Juli 2025 - 11:33 WIB
Maka, kawannya yang beriman memberinya nasihat dan mengajarinya sebuah doa agar tidak jumawa. Setiap kali masuk kebun, berucaplah, “Maa sya’a Allah. Laa quwwatu illa billah.” (QS. Al-Kahfi: 39)

Kemudian, ending dari kisah ini: Allah menghendaki kebun anggur itu roboh, hancur, binasa. Barulah si pemilik kebun menyesali perbuatannya. (Lihat ayat 42).

Pesan moralnya: Allah memberi kekayaan kepada seseorang bukan dalam rangka memuliakannya, tetapi demi untuk mengujinya; apakah ia akan bersyukur atau berbuat kufur?

3. Fitnah ilmu

Hal ini sebagaimana tersirat dalam kisah Nabi Musa bersama Nabi Khidir ‘alahimas salaam (ayat 60—82).

Dalam kitab-kitab tafsir disebutkan, suatu ketika, Nabi Musa ditanya oleh kaumnya, “Adakah yang lebih ‘alim darimu?” Kemudian Nabi Musa menjawab, “Tidak ada.”

Maka dari itu, Allah menegurnya dan memberitahunya bahwa ada seorang hamba yang Allah ridai, dikaruniai pengetahuan yang lebih dalam daripada Musa.

Maka demi mencari ilmu, dengan ditemani seorang pembantu, Nabi Musa rela menempuh perjalanan selama berpuluh-puluh tahun. Al-Quran menyebutnya dengan kata huquba yang dalam bahasa Arab tidak diketahui secara pasti berapa tahun, tapi bisa mencapai angka 80 tahunan.

Baca juga: 3 Bekal Menghadapi Fitnah Akhir Zaman

Dalam kisah ini, Nabi Khidir mempunyai penglihatan dan pengetahuan yang jauh melampaui Musa.

Di antara pesan moralnya: masih ada langit di atas langit. Sehebat apapun Nabi Musa yang berhasil mengalahkan Fir’aun, masih ada Nabi Khidir yang mengetahui banyak hal yang luput dari pengetahuan banyak orang. Ilmu khusus yang Allah berikah kepada Khidir menjadi mukjizat yang membuktikan kenabiannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!