Kumandang Azan Seruan Mulia yang Banyak Keutamaan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rabu, 06 Agustus 2025 - 14:35 WIB
Azan adalah suara indah dari Islam yang dikumandangkan lima kali dalam sehari semalam, seruan dahsyat yang bersaut-sautan di belahan dunia manapun itu semuanya sama, mengagumi kebesaran Allah, mengajak untuk salat. Foto ilustrasi/ist
Azan adalah seruan untuk seluruh umat islam akan masuknya waktu salat wajib dan seruan untuk salat berjamaah pula dengan lafaz-lafaz tertentu. Secara bahasa, Azan merupakan Isim yang menempati kedudukan Mashdar Haqiqi Al Idzan yang berarti pemberitahuan dan Al Iblagh yang artinya penyampaian.
Sebagai contohnya, Allah SWT berfirman:
[arabOPen]واذن من الله ورسوله الي الناس يوم احج الاكبر ان الله برئ من المشركين . ورسوله……….
Sebagai contohnya, Allah SWT berfirman:
[arabOPen]واذن من الله ورسوله الي الناس يوم احج الاكبر ان الله برئ من المشركين . ورسوله……….
Artinya: “Dan (inilah) suatu pemakluman dari Allah dan RasulNya kepada umat manusia pada hari haji Akbar. Bahwa sesungguhnya Allah dan RasulNya melepas diri dari orang-orang yang Musyrik.” (QS. At Taubah: 3)
Kata Azan di sini berarti menyampaikan informasi bahwa Allah dan RasulNya melepas diri dari orang musyrik. Asal mula adanya Azan ini dijelaskan dalam beberapa hadis yang hamper mirip. Yaitu: diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Umar:
“Ketika kaum muslim datang ke Madinah, mereka berkumpul. Mereka memperkirakan waktu solat, tetapi tidak ada seorangpun yang menyerukan salat. Oleh karena itu, pada suatu hari, mereka membicarakannya. Sebagian diantara mereka berkata, “gunakanlah lonceng seperti orang-orang Nasrani.” Sebagian lain berkata: “gunakanlah terompet seperti terompet orang Yahudi.” Lalu umar berkata: “mengapa kalian tidak menyerukan seseorang untuk melakukan solat?” kemudian Rasulullah SAW bersabda, “hai Bilal, berdiri dan serukanlah panggilan Sholat.” (HR. Bukhari, Muslim, at Tirmidzi, dan An Nasa’i)
Adapun bacaan atau lafaz Azan dan caranya adalah dijelaskan dalam sebuah hadis:
Diriwayatkan dari Nashr bin Al Muhajir (guru Abu Muhammad) menyebutkan nama orang yang bermimpi itu: seseorang dari kaum Anshar datang kepada ‘Abdullah bin Zaid. Lalu ia menghadap ke Kiblat dan berkata, Allahu Akbar, Allahu Akbar (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar)—dua kali. Asyhadu an laa ilaaha Illallah (aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah)—dua kali. Asyhadu Anna Muhammada Rasulullah (aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah)—dua kali. Hayya Ala al shalah (mari menuju sholat)—dua kali. Hayya alal falaah (mari menuju kemenangan)—dua kali. Allahu Akbar, Allahu Akbar (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar) laa ilaaha Illallah (tiada Tuhan selain Allah). Ia berhenti sebentar, lalu berdiri lagi dan mengucapkan kalimat yang sama, tetapi Hayya Ala as Shalah ia menambahkan kalimat Qad Qamat al Salah, Qad Qamat al Salah. Rasulullah bersabda, “diktekan kalimat itu kepada Bilal.” Lalu Bilal mengumandangkan Adzan dengan kalimat-kalimat itu.” ( HR. Abu Dawud)
Baca juga: Hukum Azan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda
Lantas, apa saja keutamaan azan ini?