Sebelum Wafat, Rasulullah SAW Sempat Pingsan Sembari Ingatkan Salat
Jum'at, 11 September 2020 - 16:44 WIB
"Apakah Rasulullah SAW telah wafat?". Aku menjawab: Sungguh Umar berkata: "Tak seorangpun yang kudengar menyebut Rasulullah SAW wafat, melainkan ia akan aku pancung dengan pedangku ini!" Abu Bakar berkata kepadaku: "Sudah, berangkatlah!"
Maka berangkatlah aku bersamanya. Setibanya, orang-orang telah masuk ke rumah Rasulullah SAW , untuk itu ia berkata: "Wahai umat Muhammad ! Berilah aku jalan!" Kemudian mereka memberi jalan untuk Abu Bakar . Ia menghampiri jasad mulia Rasulullah SAW . Ia bersimpuh dan menyentuhnya seraya membaca Al-Qur'an (QS Az-Zumar: 30) yang artinya: "Sesungguhnya engkau akan mati dan sesungguhnya mereka pun akan mati."
Para sahabat bertanya: "Wahai sahabat Rasulullah SAW ! (ditujukan kepada Abu Bakar) Apakah Rasulullah SAW telah wafat?". Abu Bakar menjawab: "Ya". Tahukah mereka bahwa benar apa yang terjadi. Mereka berkata: "Wahai sahabat Rasulullah, apakah dilakukan salat jenazah juga bagi Rasulullah SAW ?" Ia menjawab: "Ya". Mereka bertanya lagi: "Bagaimanakah caranya?". Abu Bakar menjawab: "Serombongan masuk, kemudian bertakbir, membaca shalawat dan berdoa, kemudian keluar. Setelah itu masuklah serombongan berikutnya, lalu bertakbir, membaca shalawat dan berdoa, kemudian keluar sampai semua orang kebagian."
Mereka bertanya lagi: “Wahai sahabat Rasulullah! Apakah Rasulullah SAW juga dikebumikan?". Abu Bakar menjawab: "Ya". Mereka bertanya: "Di mana?". Abu Bakar menjawab: "Di tempat beliau wafat, di mana Allah mencabut ruhnya pada tempat itu, karena Allah tidak mencabut ruhnya melainkan pada tempat yang baik." Yakinlah mereka bahwa apa yang dikatakan Abu Bakar itu benar. Kemudian ia memerintahkan mereka agar yang memandikan beliau adalah sepupu beliau dari garis keturunan ayah beliau.
Orang-orang Muhajirin bermusyawarah (tentang pemimpin khalifah sesudahnya) maka berkatalah mereka: "Temuilah teman-teman kita dari kelompok Anshar, kita ikut sertakan mereka bersama kita pada perumusan perkara ini (Khalifah)!”
Golongan Anshar berkata: "Dari golongan kami seorang wakil." Umar bin Khattab berkata: "Siapa gerangan yang dapat menandingi orang yang memiliki tiga keutamaan? Ia adalah salah seorang dari dua orang di kala keduanya (Abu Bakar dan Nabi saw.) berada di dalam gua. Di kala itu Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kamu berduka cita sesungguhnya Allah bersama kita." (QS. at-Taubah: 40).
Siapakah gerangan orang yang berdua itu? Salim melanjutkan ceritanya: "Kemudian ia (Umar) mengulurkan tangannya, maka mereka para sahabat berbai’at kepadanya (Abu Bakar) dan seluruh umat pun ikut memberikan baiat kepadanya dengan baiat yang tulus ikhlas."
Salim bin Ubaid al-Asyja'i adalah sahabat Rasulullah SAW. Yang Tsiqat beliau adalah salah seorang dari ahli shufah (yang tinggal di emperan masjid) sebagaimana Abu Hurairah. Periwayatannya dikeluarkan oleh ahli hadit yang empat dan Imam Muslim.
(Baca Juga: Satgas Ungkap 94.886 Orang Kini Jadi Suspek Corona )
Harta Pusaka Rasulullah SAW
Maka berangkatlah aku bersamanya. Setibanya, orang-orang telah masuk ke rumah Rasulullah SAW , untuk itu ia berkata: "Wahai umat Muhammad ! Berilah aku jalan!" Kemudian mereka memberi jalan untuk Abu Bakar . Ia menghampiri jasad mulia Rasulullah SAW . Ia bersimpuh dan menyentuhnya seraya membaca Al-Qur'an (QS Az-Zumar: 30) yang artinya: "Sesungguhnya engkau akan mati dan sesungguhnya mereka pun akan mati."
Para sahabat bertanya: "Wahai sahabat Rasulullah SAW ! (ditujukan kepada Abu Bakar) Apakah Rasulullah SAW telah wafat?". Abu Bakar menjawab: "Ya". Tahukah mereka bahwa benar apa yang terjadi. Mereka berkata: "Wahai sahabat Rasulullah, apakah dilakukan salat jenazah juga bagi Rasulullah SAW ?" Ia menjawab: "Ya". Mereka bertanya lagi: "Bagaimanakah caranya?". Abu Bakar menjawab: "Serombongan masuk, kemudian bertakbir, membaca shalawat dan berdoa, kemudian keluar. Setelah itu masuklah serombongan berikutnya, lalu bertakbir, membaca shalawat dan berdoa, kemudian keluar sampai semua orang kebagian."
Mereka bertanya lagi: “Wahai sahabat Rasulullah! Apakah Rasulullah SAW juga dikebumikan?". Abu Bakar menjawab: "Ya". Mereka bertanya: "Di mana?". Abu Bakar menjawab: "Di tempat beliau wafat, di mana Allah mencabut ruhnya pada tempat itu, karena Allah tidak mencabut ruhnya melainkan pada tempat yang baik." Yakinlah mereka bahwa apa yang dikatakan Abu Bakar itu benar. Kemudian ia memerintahkan mereka agar yang memandikan beliau adalah sepupu beliau dari garis keturunan ayah beliau.
Orang-orang Muhajirin bermusyawarah (tentang pemimpin khalifah sesudahnya) maka berkatalah mereka: "Temuilah teman-teman kita dari kelompok Anshar, kita ikut sertakan mereka bersama kita pada perumusan perkara ini (Khalifah)!”
Golongan Anshar berkata: "Dari golongan kami seorang wakil." Umar bin Khattab berkata: "Siapa gerangan yang dapat menandingi orang yang memiliki tiga keutamaan? Ia adalah salah seorang dari dua orang di kala keduanya (Abu Bakar dan Nabi saw.) berada di dalam gua. Di kala itu Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kamu berduka cita sesungguhnya Allah bersama kita." (QS. at-Taubah: 40).
Siapakah gerangan orang yang berdua itu? Salim melanjutkan ceritanya: "Kemudian ia (Umar) mengulurkan tangannya, maka mereka para sahabat berbai’at kepadanya (Abu Bakar) dan seluruh umat pun ikut memberikan baiat kepadanya dengan baiat yang tulus ikhlas."
Salim bin Ubaid al-Asyja'i adalah sahabat Rasulullah SAW. Yang Tsiqat beliau adalah salah seorang dari ahli shufah (yang tinggal di emperan masjid) sebagaimana Abu Hurairah. Periwayatannya dikeluarkan oleh ahli hadit yang empat dan Imam Muslim.
(Baca Juga: Satgas Ungkap 94.886 Orang Kini Jadi Suspek Corona )
Harta Pusaka Rasulullah SAW
Lihat Juga :