Gerhana Bulan dalam Sudut Pandang Ilmu Hakikat, Begini Penjelasan Gus Baha!
Minggu, 07 September 2025 - 15:00 WIB
"Dan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." (QS. Ar-Rum Ayat 27)
Ingat ya, pokoknya dalam ilmu tafsir itu ada kaidah "Sesuatu itu kadang disebutkan Allah menurut pandangan manusia, kadang pula merujuk hakikat."
Tapi kalau merujuk pada zahir (pandangan mata) maka ada yang lebih mudah dan ada yang lebih sulit. Paham ya? Tapi semua itu ilmu zahir. Di hadapan Allah, semua itu sama. Sekarang zahir wujudnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam itu Nabi akhir zaman. Itu secara zahir, tapi hakikatnya tidak. Nur Muhammad itu sudah ada sebelum Nabi Adam diciptakan. Paham ya? Karena Nur Muhammad itu master.
Ketika Allah sangat mencintai Nur Muhammad, --sebenarnya Nur Muhammad sudah diciptakan terlebih dahulu--, tapi Allah dari awal merencanakan Beliau hidup di akhir zaman. Maka dibikinlah buyutnya dulu sampai ke Sayyid Abdullah. Kira-kira begitulah analoginya. Paham, ya?
Allah menciptakan alam raya ini, pemeran utamanya adalah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Tapi Allah tahu, secara zahir harus dibikin di akhir zaman. Tapi hakikatnya, Nabi Muhammad sudah ada sebelum Nabi Adam.
Baca juga: Ada Tidur yang Tidak Membatalkan Wudu, Benarkah? Begini Penjelasan Gus Baha
Ingat ya, pokoknya dalam ilmu tafsir itu ada kaidah "Sesuatu itu kadang disebutkan Allah menurut pandangan manusia, kadang pula merujuk hakikat."
Tapi kalau merujuk pada zahir (pandangan mata) maka ada yang lebih mudah dan ada yang lebih sulit. Paham ya? Tapi semua itu ilmu zahir. Di hadapan Allah, semua itu sama. Sekarang zahir wujudnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam itu Nabi akhir zaman. Itu secara zahir, tapi hakikatnya tidak. Nur Muhammad itu sudah ada sebelum Nabi Adam diciptakan. Paham ya? Karena Nur Muhammad itu master.
Ketika Allah sangat mencintai Nur Muhammad, --sebenarnya Nur Muhammad sudah diciptakan terlebih dahulu--, tapi Allah dari awal merencanakan Beliau hidup di akhir zaman. Maka dibikinlah buyutnya dulu sampai ke Sayyid Abdullah. Kira-kira begitulah analoginya. Paham, ya?
Allah menciptakan alam raya ini, pemeran utamanya adalah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Tapi Allah tahu, secara zahir harus dibikin di akhir zaman. Tapi hakikatnya, Nabi Muhammad sudah ada sebelum Nabi Adam.
Baca juga: Ada Tidur yang Tidak Membatalkan Wudu, Benarkah? Begini Penjelasan Gus Baha
(wid)
Lihat Juga :