Sepercik Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha, Serta Permadani Nabi

Sabtu, 12 September 2020 - 06:17 WIB
Yusuf pun menelanjangkan kedua belah bahunya, tongkat menimpa, dan teriakan-teriakan Yusuf melangit. Ketika Zulaikha mendengarnya, ia pun pergi mendekati dan katanya, "Teriakan-teriakan ini telah menimbulkan akibat yang diharapkan. Sebelum ini erang kesakitannya tak berarti; kini semua itu sungguh nyata." (Baca juga: Ibrahim Adham: Kubeli Kemiskinan Itu Seharga Kerajaan Dunia )

Syaikh Bin Ali Tusi

Bin Ali Tusi, salah seorang arif yang besar di zamannya, berjalan di lembah kewaspadaan dan kesiagaan. Tak pernah kukenal seorang yang memiliki keagungan dan mencapai kesempurnaan seperti itu.

Suatu kali ia berkata, "Di dunia lain itu, orang-orang terkutuk yang malang akan melihat dengan jelas para penghuni surga yang dapat menuturkan pada mereka tentang kegembiraan di tempat itu dan rasa persatumesraan."

Baca juga: Partai Amien Rais Bakal Gagal Lolos Parlemen Jika Tak Bangun Diferensiasi


Orang-orang yang berbahagia itu akan berkata, "Kegembiraan yang rendah tak ada di sini, karena matahari keindahan ilahiat telah muncul pada kami, dan sedemikian terangnya sehingga kedelapan sorga pun tampak gelap karenanya. Dalam kegemilangan keindahan ini, tiada lagi yang tinggal dari keabadian itu, baik nama maupun bekasnya!" Kemudian mereka yang ada di neraka akan berkata, "Kami rasa apa yang kalian katakan itu benar, tetapi bagi kami di tempat yang mengerikan ini sudah jelas bahwa kami telah mendapat murka Tuhan, karena itu, kami telah dijauhkan dari wajah-Nya. Kami diingatkan akan api neraka oleh api sesal dalam hati kami."

Baca juga: Jalan Oposisi Partai Baru Besutan Amien Rais


Berusahalah menahan duka, derita, dan luka, dan dengan itu tunjukkan semangatmu. Bila kau luka, terimalah itu, dan jangan perturutkan sikap mengasihani diri sendiri.

Permohonan pada Muhammad

Seorang lelaki dengan rendah hati mohon perkenan untuk bersembahyang di atas permadani Nabi, yang menolaknya dan mengatakan, "Tanah dan pasir panas terbakar. Bersujudlah di atas pasir yang panas terbakar dan di atas tanah jalanan itu, sebab mereka yang luka karena cinta harus punya bekas di wajahnya, dan bekas luka itu harus terlihat. Biarlah bekas luka hatimu terlihat, karena orang-orang yang ada di jalan cinta dikenal dari bekas lukanya." (Baca juga: Jubir PAN Pastikan Hanya Sedikit Kader yang Mau Masuk Partai Amien Rais )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!