Sepercik Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha, Serta Permadani Nabi

Sabtu, 12 September 2020 - 06:17 WIB
Ilustrasi/Ist
Musyawarah Burung (1184-1187) karya Faridu'd-Din Abu Hamid Muhammad bin Ibrahim atau Attar dalam gaya sajak alegoris ini, melambangkan kehidupan dan ajaran kaum sufi . Judul asli: Mantiqu't-Thair dan diterjemahan Hartojo Andangdjaja dari The Conference of the Birds (C. S. Nott). (Baca juga: Faridu'd-Din Attar Pencipta Musyawarah Burung )

===

SEEKOR burung lain bertanya pada Hudhud , "Katakan pada kami, o kau yang ingin memimpin kami ke tempat Seri Baginda yang tak dikenal, apakah yang paling dihargai di istana itu? Bila menghadap kepada para raja perlu kiranya membawa persembahan-persembahan berharga; hanya mereka yang hina menghadap raja dengan tangan kosong." (Baca juga: Doa Rabiah, Kisah Sultan Mahmud Sampai Sabda Tuhan kepada Nabi Daud )

Hudhud menjawab, "Kalau kau menuruti nasihatku, hendaknya kau bawa ke negeri Simurgh apa yang tak terdapat di sana. Adakah tepat kita membawa apa yang telah ada di sana? Pengetahuan sejati terdapat di sana, rahasia-rahasia terdapat di sana, kepatuhan terhadap yang lebih tinggi terdapat di sana. Maka bawalah nyala cinta dan kerinduan jiwa; tiada lain yang dapat diberikan kecuali ini. Jika sehelaan nafas cinta saja tertuju ke tempat itu, maka ia akan menghantarkan wangian hati. Tempat itu ditahbiskan bagi sari wangi jiwa. Siapa saja yang menarik sehelaan keluh pertaubatan yang tulus, seketika itu juga ia akan memiliki keselamatan." (Baca juga: Kisah Syaikh Abubakar, Jangggut Panjang, dan Nasihat Iblis kepada Nabi Musa )


Yusuf dan Zulaiha

Di masa ketika Zulaikha menikmati pangkat dan martabatnya yang tinggi, ia menyuruh masukkan Yusuf ke dalam penjara, dan mengatakan pada salah seorang hambanya agar menderanya dengan tongkat lima puluh kali.

"Pukul dia keras-keras," katanya, "sehingga aku dapat mendengar teriakan-teriakan kesakitannya."

Tetapi hamba yang baik hati itu tak mau melukai Yusuf; maka diambilnya kulit binatang dan katanya, "Bila kupukul kulit itu, berteriaklah pada setiap kali deraan." (Baca juga: Bila Kau Mencintai Tuhan, Berusahalah Pula untuk Dicintai-Nya )


Ketika Zulaikha mendengar teriakan Yusuf, ia pun pergi ke bilik penjara dan berkata, "Kau kelewat lunak terhadapnya, pukullah lebih keras lagi."

Kemudian hamba itu berkata pada Yusuf, "O cemerlang surya! Kalau Zulaikha meneliti dirimu dan tak melihat sesuatu bekas pun, ia kan menghukumku dengan kejam. Maka telanjangkan pundakmu dan kuatkan hatimu serta tahankan pukulan-pukulanku. Bila kau berteriak karena pukulan-pukulan itu, maka ia tak akan begitu memperhatikan bekas-bekasnya." (Baca juga: Sepercik Kisah Imam Hambal, Raja India, Perang Salib, dan Nabi Yusuf )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!